Puluhan Pelajar SMPN 1 Laguboti Keracunan Usai Santap Makanan Bergizi Gratis
- Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi
Toba, VIVA Banyuwangi –Puluhan pelajar dari Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Laguboti diduga mengalami keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Korban mengalami gejala seperti keracunan dan langsung dirujuk ke rumah sakit.
Satu persatu pelajar dari SMPN 1 Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara ini dirujuk ke rumah sakit HKBP dan RSUD Porsea akibat mengalami gejala mirip keracunan. Rabu, 15 Oktober 2025.
Sebelum mengalami gejala tersebut, puluhan pelajar tersebut menyantap MBG dengan menu ikan mujair asam manis, tempe, sayur pokcoy dan buah semangka.
Namun tidak berapa lama usai menyantap menu tersebut, puluhan pelajar ini mengeluhkan sakit pada saluran pencernaan.
Gejala yang paling banyak dikeluhkan berupa rasa mual, muntah, pusing, mulas serta nyeri pada ulu hati dan sesak nafas.
“Kami laporkan kejadian di duga keracunan makanan akibat mengkonsumsi makan bergizi gratis yang didistribusikan oleh dapur MBG di Laguboti,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Toba dr Freddi Seventry Sibarani.
Semula Sebagian besar korban dirujuk ke Puskesmas Laguboti namun karena kondisinya tidak ada perkembangan, korban langsung dirujuk ke rumas sakit.
“Sampai saat ini yg sudah terdata 34 orang dan sudah dirujuk ke RS HKBP dan RSUD Porsea oleh 2 mobil ambulans PSC, 1 ambulans Puskesmas Laguboti, 1 ambulans Puskesmas Soposurung, 1 ambulans Pemuda Batak Bersatu, 1 ambulans RSUD Porsea,” tutur dr Freddi Seventry Sibarani.
Korban keracunan yang mencapai puluhan pelajar, pihak terkait menerjunkan tenaga medis dalam jumlah yang yang cukup banyak.
“Jumlah tenaga kesehatan yang terlibat antara lain dokter yang menangani 5 orang, perawat 10 orang, tenaga surveilans 3 orang, tenaga analis laboratorium 1 orang, apoteker 1 orang dan tenaga kefarmasian 2 orang,” kata Kadiskes Toba.
Saat ini penyebab keracunan dalam pemeriksaan petugas terkait dengan melakukan inspeksi mendadak serta melakukan uji sampel makanan.