Usai Mediasi Gubernur Banten, Kepsek SMAN 1 Cimarga dan Siswa Saling Memaafkan
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2025/10/15/1000611136.jpg.webp
Lebak, VIVA Banyuwangi – Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, Dini Fitria, akhirnya berdamai dengan siswanya, Indra Lutfiana Putra, 17 tahun, usai mediasi yang difasilitasi langsung oleh Gubernur Banten Andra Soni.
Kedua pihak sepakat menutup insiden dugaan penamparan yang sempat memicu aksi mogok belajar ratusan siswa.
Proses mediasi tersebut berlangsung di Serang dan menghasilkan kesepakatan damai. Rabu, 15 Oktober 2025.
Dini maupun Indra menyampaikan permintaan maaf satu sama lain serta berkomitmen menciptakan suasana belajar yang kondusif di sekolah.
“Tidak ada guru yang ingin mengenai muridnya. Hari itu terjadi begitu saja, refleks. Bagaimanapun, seorang guru kepada muridnya itu adalah bentuk kasih sayang,” kata Dini Fitria usai bertemu Gubernur Andra Soni.
Dini juga menegaskan tidak memiliki niat untuk menyakiti siswanya.
Dini menuturkan, sebagai kepala sekolah, dirinya memiliki tanggung jawab menegakkan kedisiplinan di lingkungan sekolah, termasuk menegur siswa yang merokok.
Namun Dini mengakui sempat terpancing emosi dalam proses tersebut.
“Mungkin diwarnai kekhilafan, saya akui dan saya minta maaf,” ujar Dini. Kamis, 16 Oktober 2025.
Dini menilai keputusan Pemerintah Provinsi Banten menonaktifkannya sementara bukanlah hukuman, melainkan langkah menenangkan situasi.
“Kebijakan ini justru membantu agar KBM berjalan normal kembali. Hak-hak saya sebagai kepala sekolah tidak dikurangi,” kata Dini. Dilansir dari viva.co.id
Dini berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh pihak di dunia pendidikan agar pembinaan karakter dilakukan secara bijak dan tanpa kekerasan.
“Intinya, kami sudah baik-baik saja. Hubungan guru dan murid tetap harmonis,” tutup Dini.