Turnamen PDI Perjuangan Cup 2025 Ricuh, Ratusan Penonton Lakukan Aksi Anarkis!

Massa serang dan rusak fasilitas loket karcis
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Turnamen sepak bola dengan tajuk PDI Perjuangan Cup 2025 berlangsung ricuh. Ratusan penonton melakukan aksi anarkis dengan berusaha melakukan penyerangan pada pemain serta wasit pertandingan. Sejumlah fasilitas lapangan serta milik panitia dirusak serta dibakar oleh massa. 

img_title Rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Dimulai 17 Juli, Angkat Heroisme Perang Bayu

Sejumlah pemain sepak bola ini berusaha melarikan diri saat dikejar oleh sejumlah massa penonton yang berusaha melakukan serangan. Kamis, 16 Oktober 2025. 

Wasit juga berusaha menghindar serta menyelamatkan diri usai memimpin pertandingan sepak bola antara kesebelasan Pesat Tegal Sari dan kesebelasan PSG Grajagan dalam babak final perebutan juara 1 dan 2. 

img_title Pusat Penetasan Telur Penyu di Banyuwangi, Satu-satunya di Indonesia dengan Kapasitas 20 Ribu Butir

Pertandingan sepak bola yang digelar di lapangan Tunggul Wulung, Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur semula berjalan kondusif. 

Pemain dan Wasit menyelamatkan diri dari serangan massa

Photo :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

img_title Perluas Akses Pendidikan, Banyuwangi Buka Beasiswa B-Pro Tahun Akademik 2026/2027

Namun ditengah pertandingan sejumlah orang melakukan serangan berupa pelemparan botol air mineral ke tengah lapangan. 

“Ada yang melempar pemain dan wasit dengan botol air mineral. Lalu mereka (pemain dan wasit) melarikan diri keluar lapangan,” ujar seorang penonton, Sulaiman. 

Upaya penyerangan pada pemain dan wasit tersebut dianggap mengganggu pertandingan hingga terpaksa harus dihentikan. 

“Saat pertandingan dihentikan itulah, massa langsung merangsek ke lapangan ke arah panitia. Jumlahnya sangat banyak,” tutur penonton lainnya, Jatmiko. 

Aparat tenangkan massa anarkis di lapangan Desa Sembulung

Photo :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

Anggota keamanan yang berada di lokasi kejadian berusaha menahan massa untuk tidak berbuat anarkis namun jumlah massa terlalu banyak dan tidak sebanding dengan aparat keamanan. 

“Ada sekelompok massa yang merusak fasiltas lapangan berupa tiang gawang. Ada juga yang merusak loket serta baliho dan banner yang ada di lokasi,” kata seorang pedangan makanan di lokasi, Joko Sumitro. 

Hingga menjelang senja, aksi anarkis massa tidak juga mereda. Perusakan demi perusakan terus dilakukan pada fasilitas yang ada di lapangan. 

Pagar sesek Lapangan Tunggul Wulung, Desa Sembulung dibakar

Photo :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

Beberapa sesek (pagar bambu) yang melingkar di lapangan Sembulung mulai dibakar massa dalam meluapkan emosinya. 

Turnamen sepak bola dengan tajuk PDI Perjuangan CUP 2025 ini resmi dimulai di lapangan Desa Sembulung, Kecamatan Cluring, Kabupaten Banyuwangi. Senin, 8 September 2025. 

Turnamen ini dibuka langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Banyuwangi, I Made Cahyono Negara dengan melakukan tendangan pertama ke tengah lapangan.