Tragedi di Kampus Udayana Dugaan Bullying Picu Aksi Bunuh Diri Mahasiswa

Ilustrasi Perundungan
Sumber :
  • https://www.istockphoto.com/id/foto/seorang-siswa-remaja-laki-laki-asia-yang-kesal-mengenakan-pakaian-kasual-duduk-di-gm1540196395-525711115?searchscope=image%2Cfilm

Badung, VIVA Banyuwangi – Disclaimer:
Berita ini ditulis untuk tujuan informasi dan edukasi terkait pencegahan kekerasan serta perundungan di lingkungan pendidikan. Tidak bermaksud menggambarkan secara rinci atau mendorong tindakan bunuh diri.

img_title Kasus Timothy Anugerah, Mahasiswa Unud Dicoret dari Koas RSUP Ngoerah

Duka mendalam menyelimuti Universitas Udayana, Bali, setelah seorang mahasiswa bernama Timothy Anugerah ditemukan meninggal dunia akibat dugaan bunuh diri. Rabu, 15 Oktober 2025.

Kejadian tragis ini diduga berkaitan dengan tindakan perundungan yang dialami korban melalui grup percakapan media sosial.

img_title Ayah Timothy Pilih Memaafkan di Tengah Duka, Publik Tersentuh

Informasi awal menyebutkan korban melompat dari lantai dua Gedung FISIP Kampus Sudirman sekitar pukul 09.00 WITA.

Peristiwa tersebut langsung memunculkan keprihatinan dari kalangan civitas akademika dan masyarakat luas.

img_title Pasutri Tewas Tragis, Tekanan Ekonomi Jadi Pemicu?

Tak lama setelah kejadian, tangkapan layar percakapan di grup WhatsApp yang menyinggung korban beredar luas di media sosial.

Dalam percakapan itu, korban disebut-sebut disamakan dengan seorang konten kreator, yang memicu dugaan adanya perundungan verbal di lingkungan kampus.

Pihak Universitas Udayana menyatakan akan menindaklanjuti kasus ini.

Sesuai dengan ketentuan Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan Tinggi.

Kampus juga memberikan pendampingan psikologis kepada mahasiswa yang terdampak serta bekerja sama dengan aparat untuk menelusuri kejadian secara menyeluruh. Dilansir dari tvonenews.com.

Selain itu, pihak rektorat dikabarkan merekomendasikan sanksi akademik bagi mahasiswa yang terbukti terlibat dalam tindakan perundungan sebagai bentuk penegakan etika di lingkungan kampus. Sabtu, 18 Oktober 2025.

Tragedi ini menjadi pengingat pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas perundungan.

Masyarakat diimbau lebih peka terhadap tanda-tanda tekanan psikologis agar kejadian serupa tidak terulang.