Petani Bajulmati Bayar Mahal Demi Air Sisa Pengeringan Sungai
- Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Pasca dihentikannya pasokan air sejak awal Bulan Oktober yang mengaliri Daerah Irigasi (DI) Bajulmati, petani harus memutar otak dan mengeluarkan biaya lebih untuk bisa mendapatkan pasokan air. Genangan air pun juga digunakan petani untuk mengairi persawahan.
Seperti yang dilakukan petani ini, Suwari yang kini harus menyewa sebuah mesin diesel kecil untuk menyedot air.
Bukan air bersih, Suwari terpaksa menggunakan sisa air pengeringan sungai DI Bajulmati yang sudah berubah menjadi sebuah genangan.
Untuk memanfaatkan air sisa genangan tersebut, Suwari harus menggunakan mesin penyedot air untuk menarik sisa air sungai yang telah mengering.
“Harus disedot pakai diesel karena debit air sudah kecil. Tidak mungkin diangkat pakai timba secara manual,” ujar seorang petani, Suwari.
Sejak pengeringan sungai DI Bajulmati pada awal Bulan Oktober, pasokan air untuk ratusan areal persawahan berhenti total hingga akhir Bulan Desember.
“Bukan air yang baik tapi ya mau bagaimana lagi, tanaman saya butuh air dan sungai pun kini telah berhenti mengalir,” tutur Suwari saat ditemui VIVA News di tepi sungai DI Bajulmati.
Pada kesempatan yang berbeda, penanggung jawab lapangan kontrakror Alen tetap tidak merespon konfirmasi yang diajukan VIVA News.
Seluruh pertanyaan yang diajukan melalui sambungan percakapan whatsapp diabaikan serta enggan dijawab lebih dari 3x 24 jam.
Staf PSDA Sampeyan Baru Bondowoso, Eko Pujiantoro menyatakan penghentian aliran sungai pada DI Bajulmati karena ada pengerjaan proyek dari Kementerian wilayah Balai Besar Sungai Brantas yang berlokasi di Desa Wonorejo, Desa Banjulmati dan Bendung Bajulmati.
“Terkait pelaksanaan proyek sudah bersurat ke berbagai instansi termasuk semua pihak yang berasal dari Desa Wonorejo maupun Desa Bajulmati,” kata Staf PSDA Sampeyan Baru Bondowoso, Eko Pujiantoro.
Sejak pelaksaan awal, proyek yang menggunakan dana tahun anggaran 2025 tersebut telah melakukan sosialisasi pada seluruh pihak terkait.
Sosialisasi dilakukan pada semua pihak guna memaparkan rencana proyek yang akan menelan dana sebesar Rp 22.941.070.400.
Dalam sosialiasasi tersebut, seluruh pihak mensepakati tawaran serta pemaparan dari proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas.