Petani Bajulmati Bayar Mahal Demi Air Sisa Pengeringan Sungai

Genangan air sungai disedot petani menggunakan diesel sewaan
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Pasca dihentikannya pasokan air sejak awal Bulan Oktober yang mengaliri Daerah Irigasi (DI) Bajulmati, petani harus memutar otak dan mengeluarkan biaya lebih untuk bisa mendapatkan pasokan air. Genangan air pun juga digunakan petani untuk mengairi persawahan. 

img_title Perluas Akses Pendidikan, Banyuwangi Buka Beasiswa B-Pro Tahun Akademik 2026/2027

Seperti yang dilakukan petani ini, Suwari yang kini harus menyewa sebuah mesin diesel kecil untuk menyedot air. 

Bukan air bersih, Suwari terpaksa menggunakan sisa air pengeringan sungai DI Bajulmati yang sudah berubah menjadi sebuah genangan. 

img_title Bupati Ipuk Minta Seluruh ASN Banyuwangi Proaktif Respons Keluhan Warga

Untuk memanfaatkan air sisa genangan tersebut, Suwari harus menggunakan mesin penyedot air untuk menarik sisa air sungai yang telah mengering. 

“Harus disedot pakai diesel karena debit air sudah kecil. Tidak mungkin diangkat pakai timba secara manual,” ujar seorang petani, Suwari. 

img_title Gerakan Stop Putus Sekolah, Bupati Ipuk Beri Tugas Khusus 42 Kepsek SMP

Sejak pengeringan sungai DI Bajulmati pada awal Bulan Oktober, pasokan air untuk ratusan areal persawahan berhenti total hingga akhir Bulan Desember. 

“Bukan air yang baik tapi ya mau bagaimana lagi, tanaman saya butuh air dan sungai pun kini telah berhenti mengalir,” tutur Suwari saat ditemui VIVA News di tepi sungai DI Bajulmati. 

Pada kesempatan yang berbeda, penanggung jawab lapangan kontrakror Alen tetap tidak merespon konfirmasi yang diajukan VIVA News. 

Seluruh pertanyaan yang diajukan melalui sambungan percakapan whatsapp diabaikan serta enggan dijawab lebih dari 3x 24 jam. 

Staf PSDA Sampeyan Baru Bondowoso, Eko Pujiantoro menyatakan penghentian aliran sungai pada DI Bajulmati karena ada pengerjaan proyek dari Kementerian wilayah Balai Besar Sungai Brantas yang berlokasi di Desa Wonorejo, Desa Banjulmati dan Bendung Bajulmati. 

“Terkait pelaksanaan proyek sudah bersurat ke berbagai instansi termasuk semua pihak yang berasal dari Desa Wonorejo maupun Desa Bajulmati,” kata Staf PSDA Sampeyan Baru Bondowoso, Eko Pujiantoro. 

Sejak pelaksaan awal, proyek yang menggunakan dana tahun anggaran 2025 tersebut telah melakukan sosialisasi pada seluruh pihak terkait. 

Sosialisasi dilakukan pada semua pihak guna memaparkan rencana proyek yang akan menelan dana sebesar Rp 22.941.070.400. 

Dalam sosialiasasi tersebut, seluruh pihak mensepakati tawaran serta pemaparan dari proyek milik Kementerian Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. 

Halaman Selanjutnya
img_title