Didorong Infrastruktur dan Sektor Hiburan, Pemprov DKI Yakin Ekonomi Jakarta Tumbuh di Atas 5 Persen!
- antaranews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menunjukkan optimisme tinggi terhadap pertumbuhan ekonomi Ibu Kota. Target pertumbuhan di kisaran 5,4 hingga 5,6 persen dipatok untuk akhir tahun 2025, didukung oleh berlanjutnya proyek-proyek infrastruktur padat karya.
Asisten Perekonomian dan Keuangan Sekda Provinsi DKI Jakarta, Suharini Eliawati, menyatakan keyakinan tersebut berdasarkan capaian saat ini.
"Target optimis Jakarta 5,4-5,6 persen. Kalau pertumbuhan ekonomi saat ini (triwulan II-2025/secara tahunan) pada angka 5,18 persen, kami optimistis. Selama masih ada kegiatan-kegiatan infrastruktur, itu program padat karya," kata Suharini Eliawati di Balai Kota DKI Jakarta. Senin, 20 Oktober 2025 .
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyoroti pergeseran struktural ekonomi Jakarta yang semakin didominasi sektor jasa, termasuk potensi besar dari pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Peran sektor-sektor jasa sudah bergeser ke sektor fesyen, role-nya itu lebih dari 56 persen. Kalau pariwisata dan ekonomi kreatif itu sekitar 12 persen, tetapi punya potensi yang sangat besar untuk didorong," ujar Iwan Setiawan, seperti dilansir dari antaranews.com.
Selain proyek infrastruktur, Pemprov DKI juga terus mendorong inovasi di sektor lain, termasuk menggencarkan penyelenggaraan konser dan acara berskala besar untuk mendongkrak sektor ekonomi kreatif.
Data menunjukkan, pada triwulan II-2025, ekonomi Jakarta tumbuh 5,18 persen secara tahunan, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12 persen. Pertumbuhan tertinggi dari sisi produksi dicatat oleh lapangan usaha transportasi dan pergudangan (9,90 persen), diikuti akomodasi dan makan minum (9,79 persen).
Dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa melesat 17,26 persen. Kontribusi Jakarta terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 16,61 persen, mengukuhkan posisi sebagai lokomotif ekonomi Indonesia.