BRIN Usulkan Konsep Food Parenting sebagai Kunci Atasi Masalah Gizi Anak Jangka Panjang!

Petugas SPPG Slipi porsi menu Makan Bergizi Gratis
Sumber :
  • antaranews.com

Jakarta, VIVA Banyuwangi –Pelibatan aktif anak/remaja bersama keluarga menjadi kunci penting untuk keberlanjutan program intervensi gizi berbasis pemberian makanan. Usulan ini datang dari Peneliti Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rika Rachmalina.

img_title 6 Rekomendasi Website Freelance, Kerja Di Rumah Aja Dan Cuan Jutaan Rupiah

"Kalau kita ingin program itu sustainable, dan melihat anak dan remaja itu adalah orang-orang yang unik dengan segala kebutuhan dan preferensi, memang akan sangat baik ketika kita merancang suatu program atau intervensi dengan melibatkan para anak dan remaja," kata Rika Rachmalina dalam sebuah webinar di Jakarta. Selasa, 21 Oktober 2025.

Rika Rachmalina memaparkan bahwa kebutuhan gizi anak saat ini sangat kompleks. Faktor-faktor seperti pola makan tidak seimbang, pergeseran ke makanan ultra-proses (ultra-processed food/UPF), pengaruh teman sebaya saat makan di luar, hingga paparan media sosial, semuanya mempengaruhi pilihan makanan anak dan remaja.

img_title Mau Daftar Sekolah Kedinasan? Kenali Perbedaan STAN, IPDN, STMKG, Dan STIN Sebelum Daftar

Peneliti tersebut menyoroti paradoks di kalangan remaja yang sebenarnya memahami perbedaan antara makanan sehat dan tidak sehat.

"Para remaja bisa bedakan makanan sehat dan tidak sehat, tetapi menolak untuk makanan tradisional rumahan dan memilih camilan yang tidak sehat," ungkap Rika Rachmalina, seperti dilansir dari antaranews.com.

img_title Komisi II Nilai NRW PDAM Bayuangga 37 Persen Tak Wajar, Minta Dikaji Lebih Mendalam

Untuk mengatasi tantangan ini, Rika Rachmalina menganjurkan penerapan konsep food parenting. Food parenting adalah proses di mana orang tua atau lingkungan keluarga secara aktif mencontohkan dan membiasakan konsumsi makanan sehat, sehingga anak secara alami menyukai pilihan makanan tersebut.

Melalui pendekatan food parenting ini, program intervensi gizi berbasis pemberian makanan diyakini dapat berjalan lebih berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan anak dan remaja.