Kasus Timothy Anugerah, Mahasiswa Unud Dicoret dari Koas RSUP Ngoerah
- https://www.viva.co.id/foto/1856132-dokter-koas-yang-diduga-bully-kematian-timothy-anugerah-dikeluarkan-dari-rs-ngoerah
Badung, VIVA Banyuwangi – Seorang mahasiswa Universitas Udayana (Unud) bernama Timothy Anugerah Saputra (22) ditemukan meninggal dunia di area kampus. Rabu, 15 Oktober 2025.
Korban diduga melakukan aksi bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 4 salah satu gedung di kampus tersebut.
Peristiwa ini sontak mengejutkan civitas akademika dan publik, terlebih setelah muncul dugaan adanya perundungan yang dialaminya.
Setelah kejadian tragis itu, beredar tangkapan layar percakapan sejumlah mahasiswa yang berisi ejekan terhadap almarhum.
Dugaan adanya bullying pun mencuat dan menjadi perbincangan luas di media sosial.
Meski demikian, pihak kampus menegaskan bahwa selama berkuliah, Timothy tidak tercatat mengalami tindakan perundungan dari lingkungan kampus.
“Kami telah menindaklanjuti laporan terkait isi chat yang viral setelah meninggalnya mahasiswa tersebut,” kata perwakilan Universitas Udayana. Rabu, 22 Oktober 2025.
Sejumlah mahasiswa yang terlibat diketahui berasal dari Fakultas Kedokteran Unud dan sedang menjalani masa koas di RSUP Ngoerah.
“Hasilnya, memang ada sejumlah mahasiswa yang menuliskan pesan yang tidak pantas dan nirempati,” lanjut pernyataan Universitas Udayana. Dilansir dari tvonenews.com
Akibat tindakan tersebut, pihak rumah sakit memutuskan untuk mengembalikan mereka ke kampus.
Keputusan ini juga telah dikonfirmasi oleh Kementerian Kesehatan melalui Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik, Aji Muhawarman.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya, menyebut kampus dan RSUP Ngoerah telah sepakat agar masa koas para mahasiswa itu tidak dilanjutkan.
Pihak kampus pun kini tengah memproses sanksi yang akan diberikan kepada mereka sesuai aturan internal.
Sementara itu, keluarga korban berharap penyelidikan kepolisian dapat mengungkap alasan di balik kematian Timothy.
Ayah korban, Lukas Triana Putra, mengatakan pihaknya belum memperoleh penjelasan yang pasti dari kampus terkait peristiwa tersebut dan meminta agar kebenaran segera terungkap.