Demi Wujudkan Indonesia Emas 2045, Mendagri Sebut Pemberantasan Narkoba Jadi Kunci Utama!
- antaranews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Pemberantasan narkoba merupakan syarat untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Penegasan ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian. Menurut Menteri Tito, kualitas generasi muda yang sehat dan bebas narkoba menjadi penentu keberhasilan Indonesia memanfaatkan bonus demografi. Narkoba merusak mental dan produktivitas generasi penerus bangsa.
“Salah satu untuk membuat generasi muda sehat, generasi muda menjauhi narkoba, karena narkoba menyebabkan kerusakan mental, ketergantungan, dan lain-lain yang membuat generasi muda tidak bisa produktif,” kata Tito Karnavian dalam keterangan di Jakarta. Kamis, 23 Oktober 2025.
Kepala BNN tersebut menekankan bahwa BNN tidak dapat bekerja sendirian dan membutuhkan partisipasi aktif dari lapisan masyarakat paling bawah.
"Kita BNN tidak bisa bekerja sendiri, kita sangat perlu dukungan dari unsur terbawah komunitas masyarakat kita yaitu desa," ujar Kepala BNN Suyudi Ario Seto, seperti dilansir dari antaranews.com.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito Karnavian saat menerima kunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, di Kantor Kemendagri. Pertemuan ini membahas penguatan sinergi antara Kemendagri dan BNN dalam upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
Mendagri Tito menekankan pentingnya sinergi lintas sektor karena penanganan narkoba harus sistematis dan berkelanjutan. Strategi efektif perlu menggabungkan soft approach dan hard approach, yaitu menghancurkan jaringan peredaran sekaligus membenahi akar masalah sosial seperti kemiskinan.
Kemendagri akan terus mendukung BNN melalui penguatan koordinasi, penyusunan regulasi, dan pemanfaatan anggaran daerah untuk program P4GN hingga tingkat desa.
Sementara itu, Kepala BNN Suyudi Ario Seto menyampaikan apresiasi atas dukungan Kemendagri, termasuk melalui regulasi seperti Permendagri Nomor 12 Tahun 2019. Suyudi menjelaskan bahwa prevalensi penyalahgunaan narkotika masih tinggi, sehingga dukungan Kemendagri sebagai pembina Pemda sangat diharapkan.
BNN saat ini memiliki program Desa Bersinar (Bersih Narkoba) yang diperkuat dengan gerakan Ananda (Aksi Nasional Anti-Narkotika Dimulai dari Anak).
Gerakan Ananda difokuskan pada anak usia produktif yang rentan menjadi sasaran karena rasa ingin tahu dan pengaruh lingkungan pergaulan. BNN juga telah membentuk tim terpadu, namun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan anggaran, pendataan, dan stigma sosial terhadap mantan pecandu.