BNPT Ubah Fokus, Kini Prioritaskan Antisipasi Proses Radikalisasi di Ruang Digital!
- antaranews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kini memfokuskan upaya antisipasi pada proses radikalisasi yang marak terjadi di ruang digital. Hal ini ditegaskan sebagai salah satu tantangan terbesar dalam pencegahan terorisme saat ini.
Dalam acara Penguatan Kampus Kebangsaan di UIN Walisongo Semarang, Kamis, 23 Oktober 2025, Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Eddy Hartono memaparkan fokus baru lembaga tersebut.
“Jadi itulah yang kami antisipasi saat ini, yakni radikalisasi di ruang digital itu yang sekarang kami lebih fokuskan," kata Eddy Hartono, seperti dikonfirmasi di Jakarta. Senin, 27 Oktober 2025.
Kepala BNPT menekankan pentingnya menjaga lingkungan kampus agar kebal terhadap paparan paham radikal, baik secara konvensional maupun melalui dunia maya.
BNPT berkomitmen membangun kolaborasi erat dengan perguruan tinggi untuk memperkuat daya tangkal generasi muda dan menegaskan peran kampus sebagai garda terdepan kesadaran kebangsaan. Sinergi ini diwujudkan salah satunya melalui kegiatan Penguatan Kampus Kebangsaan bersama UIN Walisongo Semarang.
Rektor UIN Walisongo Semarang, Prof. Nizar, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif BNPT. Menurut Rektor, kolaborasi antara BNPT dan institusi pendidikan merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga keutuhan negara dari berbagai ancaman ideologi.
"Misinya adalah sama, punya tanggung jawab yang sama, seluruh paham-paham yang mengancam eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia harus kita basmi," ucap Prof. Nizar, seperti dilansir dari antaranews.com.
Program Kampus Kebangsaan sendiri merupakan salah satu prioritas BNPT untuk mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan perguruan tinggi. Tujuannya adalah membangun ketahanan publik, khususnya di kalangan mahasiswa, agar memiliki daya cegah dan tangkal terhadap ideologi kekerasan.