Menaker Siapkan Transformasi Produktivitas 2026 Lewat Penguatan Pelatihan dan Sertifikasi!

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli
Sumber :
  • antaranews.com

Jakarta, VIVA Banyuwangi –Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan memfokuskan arah kerja dan kebijakan pada tahun 2026 mendatang pada transformasi produktivitas nasional. Hal ini ditegaskan oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli.

img_title Bakal Hadiri Puncak Hari Buruh 2026 di Monas, Menaker: Presiden Siapkan Hadiah Bagi Buruh

Menurut Menaker Yassierli, upaya tersebut akan ditempuh melalui penguatan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi tenaga kerja, dan optimalisasi peran Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) di seluruh Indonesia.

“Kita ingin memastikan tenaga kerja Indonesia tidak hanya banyak, tetapi juga berkualitas dan siap bersaing di era ekonomi baru,” kata Yassierli di Jakarta. Rabu, 29 Oktober 2025.

img_title Menaker Yassierli Berangkatkan 2.000 Pemagang ke Jepang, Ini Target Besarnya!

Menaker Yassierli menekankan bahwa kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan serikat pekerja menjadi kunci penting dalam mencapai tujuan tersebut di tengah dinamika dunia kerja.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Keberhasilan kebijakan ketenagakerjaan hanya bisa dicapai melalui kolaborasi erat antar pemangku kepentingan,” ujar Yassierli, seperti dilansir dari antaranews.com.

img_title Lewat Magang Nasional, Pemerintah Siapkan 20 Ribu Lulusan Siap Kerja untuk Industri!

Selain itu, Kemnaker juga terus mendorong transformasi digital dalam pelayanan publik, seperti penguatan Pusat Pasar Kerja dan pengembangan Layanan Satu Data Ketenagakerjaan. Seluruh kebijakan dan program dirancang agar adaptif, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sejalan dengan amanat Presiden Prabowo Subianto.

Selama periode Oktober 2024 hingga Oktober 2025, Kemnaker mencatat sejumlah capaian, termasuk peningkatan kualitas pelatihan vokasi dan perluasan kesempatan kerja. Salah satu program unggulan yang akan datang adalah Program Magang Nasional Batch 2, menargetkan 80.000 peserta mulai November 2025 hingga Mei 2026, untuk menjembatani dunia pendidikan dan industri.