Teror Monyet Ekor Panjang Resahkan Warga Desa Cakru Jember, Serang Hewan Ternak dan Rusak Rumah
- Palupi Ambarwati/ VIVA Banyuwangi
Jember, VIVA Banyuwangi – Warga Desa Cakru, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, dalam beberapa hari terakhir dibuat resah oleh kawanan monyet ekor panjang yang berkeliaran di permukiman warga. Hewan liar itu tak hanya masuk ke rumah-rumah untuk mencari makanan, tetapi juga menyerang hewan ternak seperti ayam dan kambing, bahkan merusak kaca jendela rumah warga.
Dari rekaman video ponsel milik warga, terlihat satu dari empat monyet ekor panjang memanjat genteng rumah dan melompat ke pekarangan warga. Beberapa kali, monyet tersebut juga terlihat nekat masuk ke dalam rumah untuk mencari makanan.
Warga menduga, monyet-monyet ini turun ke permukiman karena kelaparan dan kehilangan habitat alaminya, sehingga mencari sumber makanan di area perkampungan. Namun, belum ada yang mengetahui dari mana asal kawanan monyet tersebut.
Kera ekor panjang resahkan warga, petugas lakukan asesmen
- Palupi Ambarwati/ VIVA Banyuwangi
Kehadiran monyet liar ini membuat warga merasa ketakutan, terutama para orang tua yang khawatir akan keselamatan anak-anak mereka.
Menurut Luluk, salah satu warga Desa Cakru, mereka kini lebih waspada dan memilih untuk tidak membiarkan anak-anak bermain di luar rumah.
“Kami takut kalau tiba-tiba monyetnya menyerang anak-anak. Sekarang kalau sore sampai malam, anak-anak disuruh di dalam rumah saja,” ujarnya.
Sementara itu, Aipda Sutris Setiawan, Bhabinkamtibmas Desa Cakru, membenarkan adanya laporan dari warga terkait teror monyet liar tersebut.
“Benar, ada beberapa monyet ekor panjang yang masuk ke rumah warga. Warga sudah berupaya membuat jebakan dan memancing dengan topeng monyet agar hewan itu keluar, tapi sejauh ini belum berhasil,” jelasnya.
Untuk sementara, pihak kepolisian dan warga masih terus berkoordinasi untuk mencari cara menangkap monyet-monyet tersebut tanpa melukai mereka. Warga juga diimbau tetap waspada dan tidak memancing hewan liar itu dengan makanan agar tidak semakin mendekati permukiman.