Banjir Semarang Ganggu Jalur Kereta, KAI Daop 9 Jember Ubah Pola Operasi KA Pandalungan dan Blambangan Ekspres
- Palupi Ambarwati/ VIVA Banyuwangi
Jember, VIVA Banyuwangi – Banjir yang melanda wilayah Kota Semarang , menyebabkan terganggunya perjalanan sejumlah kereta api antar daerah. Akibat kondisi tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 9 Jember melakukan penyesuaian pola operasi untuk dua kereta utama, yakni KA Pandalungan relasi Gambir–Jember dan KA Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen–Ketapang.
Penyesuaian ini berdampak pada keterlambatan dan perubahan rute perjalanan. KAI menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.
Menurut laporan dari petugas lapangan, genangan air mulai meningkat sejak pukul 10.12 WIB di jalur antara Stasiun Alastua dan Stasiun Semarang Tawang yang termasuk wilayah Daop 4 Semarang. Hingga malam hari, ketinggian air di jalur hulu mencapai 17 sentimeter di atas kepala rel, sementara di jalur hilir mencapai 20 sentimeter.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, membenarkan adanya perubahan pola operasi akibat kondisi tersebut.
“Untuk menjamin keselamatan perjalanan, sejumlah kereta yang seharusnya melintasi jalur tersebut kami alihkan ke lintas selatan Jawa. Hal ini menyebabkan keterlambatan kedatangan di beberapa stasiun,” jelasnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI memberikan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak, di antaranya:
Pengembalian 100 persen biaya tiket (di luar bea pesan) bagi pelanggan yang membatalkan perjalanan.
Pemberian makanan dan minuman untuk penumpang yang tetap melanjutkan perjalanan.
Proses pembatalan atau pengembalian tiket dapat dilakukan langsung di loket stasiun, melalui Contact Center KAI 121, atau lewat WhatsApp di nomor 0811-2221-121. Pelanggan juga dapat menghubungi kanal resmi KAI di media sosial untuk informasi lebih lanjut.
Cahyo menambahkan, pihak KAI Daop 9 Jember terus berkoordinasi dan memantau kondisi di lapangan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
“Kami terus berkoordinasi dengan petugas di wilayah Daop 4 Semarang dan melakukan pemantauan intensif agar perjalanan dapat kembali normal secepatnya,” ujarnya.