Kemenekraf Latih Generasi Muda Banyuwangi Bangun Bisnis Digital Kreatif

Kemenekraf menggelar Program Gen Matic di Banyuwangi
Sumber :
  • https://banyuwangikab.go.id/berita/kemenekraf-gelar-pelatihan-bisnis-digital-di-banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) mendorong peningkatan kapasitas para pelaku kreatif di daerah dengan memberi semangat anak muda Banyuwangi untuk menembus dunia bisnis digital melalui Program Gen Matic (Generasi Muda Melek Teknologi) yang digelar pada Senin, 27 Oktober 2025.

img_title Siap Hadapi Era Kecerdasan Buatan, Tenaga Pendidik Yayasan Miftahul Ulum Muncar Ikuti Pelatihan Literasi AI MAFINDO

Melansir dari laman resmi Pemkab Banyuwangi, program Gen Matic ini dibuat dengan tujuan untuk melatih generasiuda dalam membangun bisnis digital yang kreatif, produktif, dan berkelanjutan. 

Direktur Konten Digital Kemenparekraf, Yuana Rochma Astuti, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk melatih literasi dan kemampuan digital anak-anak muda sekaligus generasi muda untuk memahami teknologi agar dapat diaplikasikan secara produktif, sehingga bisa menjadi sumber ekonomi.

img_title Literasi Digital Masuk Kurikulum, 60 Ribu Sekolah Mulai Terapkan

“Melek teknologi saja tidak cukup, peserta juga harus bisa menghasilkan karya digital yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” ujarnya.

Pelatihan ini dihadiri oleh 56 peserta yang berasal dari Banyuwangi serta beberapa daerah sekitarnya. Peserta yang mengikuti pelatihan merupakan pelaku ekonomi kreatif, seperti konten kreator, pengusaha UKM, dan lainnya yang telah melewati seleksi sebelumnya.

img_title Tingkatkan Literasi Digital, 134 Guru di Kecamatan Giri Ikuti AI Goes To School Mafindo

Pelatihan Gen Matic ini diawali dengan kelas online yang berlangsung selama tiga minggu, lalu dilanjutkan dengan pertemuan langsung. Setelah itu, peserta tetap akan dibantu dan diawasi sampai mereka benar-benar mampu menjalankan bisnis digital dengan sukses.

“Total pendampingan yang kita berikan selama dua bulan. Peserta akan kita dampingi end to end, mulai mereka belum punya produk sampai ada omzetnya. Sehingga kegiatan ini betul-betul ada dampaknya,” kata Yuana.

Dalam mengerjakan program tersebut, Kemenekraf bekerja sama dengan Sekolah Bisnis Online (SBO) sebagai pihak yang membantu memberikan berbagai materi terkait pengembangan bisnis digital kepada peserta. 

Program materi tersebut mencakup strategi pemasaran, riset produk, serta cara menggunakan teknologi untuk memudahkan pekerjaan. Contohnya adalah memanfaatkan media sosial, kecerdasan buatan, hingga otomatisasi.

Yuana menyebut, Banyuwangi dipilih karena memiliki ekonomi digital yang berkembang pesat serta potensi besar di sektor UMKM dan pariwisata.

“Selain sebagai daerah wisata, literasi digital dan potensi UMKM Banyuwangi cukup baik. Kami ingin mendukung percepatan ekonomi digital di daerah ini,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title