Berikan Atensi Serius Terkait Isu Pertalite Tercampur Air, Pertamina Patra Niaga Lakukan Pengecekan di 300 SPBU
- www.antaranews.com
Surabaya, VIVA Banyuwangi – Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menegaskan pihaknya memberikan atensi serius terhadap isu BBM Pertalite tercampur air yang ramai diperbincangkan masyarakat.
“Terkait isu kontaminasi air di BBM Pertalite yang disalurkan di SPBU, kami dari Pertamina Patra Niaga tentunya all out dan memberikan atensi serius agar hal ini jangan sampai menimbulkan keresahan apalagi menimbulkan kerugian kepada masyarakat,” kata Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra di Surabaya.
Sebagai langkah antisipasi, Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyisiran dan pengecekan kualitas BBM Pertalite di hampir 300 SPBU di wilayah Pantai Utara (Pantura) Jawa Timur, mulai dari Tuban, Lamongan, Gresik, Surabaya, Bojonegoro, hingga Malang.
Pengecekan dilakukan menggunakan metodologi pasta air, pengukuran densitas, serta standar visual clarity dan warna untuk memastikan tidak adanya kontaminan di dalam Pertalite.
Tak hanya melakukan pemeriksaan internal, Pertamina Patra Niaga juga menggandeng Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) untuk memastikan mutu bahan bakar sesuai standar nasional.
“Kami bersama Lemigas tentunya yang mempunyai kapabiliti dan otoriti untuk menentukan kualitas BBM untuk memeriksa kondisi penyaluran BBM di SPBU Pertamina,” jelas Mars Ega Legowo Putra.
Berdasarkan hasil pengecekan yang dilakukan tersebut, tidak ditemukan adanya indikasi percampuran BBM Pertalite dengan air atau zat lain.
Ega menegaskan, seluruh proses penyaluran BBM dari terminal ke SPBU telah melalui prosedur ketat untuk menjamin kualitas dan keamanan bahan bakar yang diterima konsumen sehingga tidak menimbulkan kerugian bagi masyarakat.
“Sejauh ini kita tidak menemukan indikasi hal tersebut,” ungkap Dirut PT Pertamina Patra Niaga, sebagaimana dilansir dari antaranews.com.
Meski hasil pemeriksaan menunjukkan Pertalite aman, Pertamina Patra Niaga tetap membuka posko pengaduan konsumen guna menampung laporan masyarakat yang merasa dirugikan.
Ega menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum (APH), termasuk kepolisian, untuk menyelidiki dugaan kasus di lapangan dan memastikan kepercayaan publik tetap terjaga.
“Kami juga sudah membuka posko pengaduan untuk menangani keluhan konsumen mencarikan solusi pada konsumen yang betul-betul membeli BBM di SPBU Pertamina,” imbuh Dirut Mars Ega Legowo. Jumat, 31 Oktober 2025.