Pipa Perumdam Bocor Akibat Kerukan Alat Berat Proyek Jalan Arteri, Pasokan Air ke 80% Pelanggan Terhenti

Pipa asbes yang diinisiasi dengan menggabungkan pipa modern
Sumber :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Pipa milik Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Bayuangga Kota Probolinggo mengalami kebocoran setelah terkena kerukan alat berat saat pengerjaan proyek jalan arteri. Kebocoran terjadi pada hari Jum’at, 31 Oktober 2025 sekira pukul 16.00 hingga 17.00 WIB.

img_title Terus Menerus Menyebabkan Kebocoran Pipa Air Perumdam, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Lakukan Sidak Proyek Jalan Arter

Dari data yang dihimpun, sudah sebanyak kurang lebih 50 titik pipa PDAM sepajang jalan Soekarno-Hatta dan Panglima Sudirman yang terdampak selama proyek pembangunan jalan arteri berlangsung. Pipa yang diperbaiki saat ini merupakan pipa utama berukuran besar yang terbuat dari asbes dan tergolong pipa tua.

“Ini pipa tua jaman belanda, oleh karena itu proses perbaikannya membutuhkan waktu yang lama. Kalau pipa biasa 3 jam sudah beres,” ujar Direktur Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo, Indra Sovia Jalal pada Banyuwangi.viva.co.id.

img_title Proyek Jalan Arteri Disorot, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Temukan Kejanggalan

Direktur Perumdam menjelaskan, proses perbaikan dimulai sejak pipa mengalami kerusakan dan berlangsung tanpa henti selama setidaknya paling sedikit 17 jam. Kendala utama yang dihadapi adalah material pipa berbahan asbes yang sudah tidak lagi diproduksi, sehingga proses penyambungan menjadi sulit dan membutuhkan inisiatif serta ketelitian tinggi dalam perbaikannya.

Akibat peristiwa kebocoran ini, sebanyak 80% pelanggan mengalami gangguan pasokan air bersih. Sebagian besar wilayah bahkan mengalami penghentian distribusi total. Sementara itu kerugian material belum dapat dihitung oleh pihak perumdam dan akan menjadi tindakan lanjutan setelah merampungkan perbaikan.

img_title Mengubah Angka Menjadi Dampak: Reorientasi Akuntabilitas Fiskal Berbasis Kesejahteraan Publik

“Pada dasarnya kami mendukung program pemerintah, namun himbauan dari kami agar hati-hati dalam pelaksanaan proyek supaya tidak merugikan jaringan kami,” lanjut Indra.

Sementara itu, pihak pelaksa proyek menjelaskan bahwa sudah dilakukan pertemuan antara Dinas PUPR, Perumdam, dan Pihak pelaksana.

“Jadi dalam proses penggalian juga terdapat SOP. Kedalaman yang seharusnya dikeruk sekitar 130cm, namun belum mencapai 1 meter sudah terkena pipa,” ujar pengawas pelaksana, Slamet Yusono pada Banyuwangi.viva.co.id.

Proses perbaikan pipa Perumdam

Photo :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

Pengawas Pelaksana menambahkan bahwa sebelum melakukan tindakan tertentu, dinas terkait seperti Dinas PUPR dan DLH sudah memberikan arahan terlebih dahulu. Sehingga sudah pasti menerima laporan setiap pergerakan dari pelaksana lapangan.

“kebocoran ini terjadi ketika hendak memasang box U-ditch untuk saluran irigasi,” tutup Yusono.