Paku Buwono XIII Berpulang, Sosok Penting di Era Modern Surakarta
- https://www.viva.co.id/foto/1858514-penyebab-raja-keraton-surakarta-paku-buwono-xiii-meninggal-dunia-nbsp-karena-komplikasi-penyakit
Surakarta, VIVA Banyuwangi – Kabar duka datang dari Keraton Kasunanan Surakarta. Raja Sri Susuhunan Paku Buwono XIII atau PB XIII Hangabehi meninggal dunia pagi di Rumah Sakit Indriati Solo Baru, Jawa Tengah. Minggu, 2 November 2025.
Kepergian sang raja pada usia 77 tahun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar keraton dan masyarakat Surakarta.
Sebelum berpulang, PB XIII diketahui sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit akibat komplikasi penyakit yang telah lama dideritanya.
Kondisinya sempat membaik, namun kembali menurun dalam beberapa hari terakhir hingga akhirnya menghembuskan napas terakhir.
“Beliau memang sudah lama sakit. Terakhir komplikasi, termasuk gula darah tinggi dan penyakit lainnya. Usia beliau juga sudah sepuh,” ujar KPH Eddy. Dilansir dari tvonenews.com
Salah satu kerabat Keraton, Kanjeng Pangeran Haryo (KPH) Eddy Wirabhumi, membenarkan kabar wafatnya PB XIII.
“Memang hari ini kita berduka, pagi beliau sudah nggak ada di Rumah Sakit Indriati. Sekarang sedang dipersiapkan untuk pemulangan dari rumah sakit ke keraton.” tambah KPH Eddy
PB XIII akan dimakamkan di Kompleks Makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, Bantul, DI Yogyakarta.
Prosesi adat pemakaman sedang dibahas oleh pihak keraton dan direncanakan berlangsung pada Selasa Kliwon siang.
Dikenal sebagai sosok penting dalam sejarah Kasunanan Surakarta modern, PB XIII menjadi tokoh kunci yang menyatukan dualisme kepemimpinan di keraton pasca wafatnya PB XII.
PB XIII Hangabehi berhasil membawa stabilitas dan melestarikan tradisi adat Jawa di tengah arus modernisasi.
Semasa hidupnya, PB XIII aktif dalam berbagai kegiatan kebudayaan dan memberi gelar kehormatan kepada tokoh-tokoh yang berkontribusi dalam pelestarian budaya Jawa.
Kepergiannya meninggalkan warisan berharga bagi masyarakat Surakarta dan dunia kebudayaan Indonesia.