Terdampak Alat Berat Lagi, Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo Distribusi Air langsung ke Pelanggan
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Pipa distribusi air bersih milik Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo kembali mengalami kebocoran. Kali ini, pipa berdiameter 3D dengan Panjang kurang lebih 1,5 meter rusak terkena alat berat saat pengerjaan proyek jalan arteri. Insiden tersebut terjadi pada hari senin, 03 November 2025 sekira pukul 09.40 WIB di Jl. Soekarno-Hatta Kota Probolinggo.
Proses penggalian untuk menemukan titik kebocoran dimulai sekira pukul 10.00 WIB. Beruntung, pipa yang rusak merupakan pipa PVC modern sehingga proses perbaikannya tidak memakan waktu lama dan tidak perlu mematikan sistem induk produksi seperti perbaikan pipa asbes.
“Kalau pipanya bisa kami ganti, namun kepercayaan pelanggan yang menjadi perhatian utama kami karena seharusnya pekerjaan yang kemarin sudah selesai,” ujar Direktur Perumdam Bayuangga Kota Probolinggo, Indra Sovia Jalal pada Banyuwangi.viva.co.id.
Distribusi Air Bersih pada Pelanggan
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Direktur Perumdam menjelaskan bahwa pihak Perumdam sudah melakukan Upaya perbaikan. Namun, pipa yang sudah diperbaiki kembali rusak karena terkena alat berat hingga tiga sampai empat kali. Total kerusakan yang telah diperbaiki mencapai 51 titik, belum termasuk lokasi lain yang juga mengalami kebocoran tetapi belum ditangani.
Akibat kebocoran tersebut, pihak Perumdam mendistribusikan air bersih langsung ke rumah-rumah pelanggan dengan menyebar flyer informasi layanan public dan mengerahkan mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat terdampak.
“Saat ini telah dilakukan distribusi air di Perumahan Pilang, Jl. Gusdur, dan Perumahan Kopian, dan akan di distribusikan ke tempat lain sesuai pengaduan pelanggan” ujar Kabag Hubungan Pelanggan Perumdam Bayuangga, Andi Ahmad.
Pihak Perumdam menambahkan, sebelum pekerjaan proyek dimulai, mereka telah memberikan penjelasan kepada pihak pelaksana bahwa di sisi barat, selatan, utara, dan beberapa titik lain terdapat jaringan pipa aktif. Penjelasan tersebut disampaikan pada survei awal yang turut menghadirkan pihak utilitas jalan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas PUPR selaku dinas yang menaungi proyek jalan arteri menjelaskan bahwa pihak PUPR sedang menelusuri akar permasalahan mengapa kebocoran pipa kerap terjadi selama proses pengerjaan.
“Operator Alat berat seharusnya lebih berhati-hati. Sedari Awal sudah ada pertemuan rapat teknis yang membahas pembagian tanggung jawab masing-masing pihak,” ujar Kepala Dinas PUPR, Setyorini Sayekti