Isu Motor Brebet setelah Isi Bensin, Kepolisian bersama Pertamina Lakukan Sidak di SPBU

Pengecekan BBM di tangki penyimpanan
Sumber :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Sejumlah sepeda motor dilaporkan mengalami kemacetan setelah melakukan pengisian bahan bakar di Kota Probolinggo. Menanggapi hal itu, pihak kepolisian bersama Pertamina dan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kota Probolinggo melakukan inspeksi mendadak di sejumlah SPBU pada hari Selasa, 4 November 2025.

img_title KASAU Hadiri Panen Raya Tebu di Jember, Tegaskan Dukungan Target Swasembada Gula Nasional

Inspeksi dilakukan sekira pukul 09.30 WIB di SPBU Mastrip, SPBU Triwung, dan SPBU Mayangan Kota Probolinggo.

“Pelaksanaan ini bertujuan untk memastikan bbm yang beredar di Kota Probolinggo aman dan tidak seperti isu yang beredar di media sosial,” ujar Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, Iptu Zaenal Arifin pada Banyuwangi.viva.co.id.

img_title Banyuwangi Ekspor 270 Ton Sarden Senilai Rp10 Miliar ke Berbagai Negara

Kasat Reskrim menjelaskan, inspeksi dilakukan di seluruh SPBU yang berada di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota yaitu meliputi seluruh wilayah Kota Probolinggo serta Kecamatan Tongas, Wonomerto, Sumberasih. Dari total 11 SPBU yang ada, sebanyak tujuh SPBU di wilayah Kota dan satu SPBU di wilayah kabupaten telah dilakukan pemeriksaan.

“Yang jelas akan kami pastikan tidak terdapat  penyalahgunaan, atau penyelewengan untuk barang bersubsidi, terutama BBM karena saat ini isu tersebut sedang ramai dibicarakan,” lanjut Iptu Zaenal Arifin.

img_title Usai Tiga Terdakwa Disidang, Kejari Kejar Kelengkapan Berkas Tersangka PPK Lampu Hias RTH

Dalam pemeriksaan, tim memastikan tidak ada kandungan air pada BBM di tangki penyimpanan maupun pada nozzle tempat pengisian bahan bakar ke kendaraan konsumen. Selain itu, petugas juga memeriksa kesamaan warna BBM dengan produk aslinya.

Pengecekan BBM jenis pertalite

Photo :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

“Tadi kami telah memeriksa warna Pertalite dan hasilnya sama. Selanjutnya dilakukan pengecekan densitas yang berada pada rentang 0,710–0,770. Dari hasil pemeriksaan, densitasnya tercatat sebesar 0,720, sehingga masuk dalam kategori batas normal,” ujar Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga II Malang, Hendra Saputra pada Banyuwangi.viva.co.id.

Pihak pertamina juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan.

“Produk pertalite diperuntukkan bagi kendaraan rasio kompresi 1:9, untuk kendaraan rasio 1:10, seperti kendaraan keluaran terbaru, harus menggunakan pertamax. sedangkan untuk rasio kompresi 11 keatas dianjurkan menggunakan pertamax turbo,” lanjut Sales Branch Manager Pertamina.

Hendra juga menambahkan bahwa spesifikasi kendaraan sangat berpengaruh terhadap proses pembakaran mesin. Seharusnya tenaga mesin meningkat ke puncak, namun belum sampai di titik tertinggi, tenaga tersebut sudah menurun lebih dulu. Hal tersebut disebabkan oleh perbedaan nilai RON pada masing-masing bahan bakar. Pertalite memiliki RON 90, sedangkan Pertamax memiliki RON 92. Karena itu, kendaraan dengan rasio kompresi tinggi seharusnya menggunakan bahan bakar dengan nilai RON yang lebih tinggi pula.