Wujudkan Ekonomi Biru, KKP Jadikan Kesejahteraan Nelayan Kecil Prioritas Utama!
- antaranews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meluncurkan Rencana Aksi Nasional Pengelolaan Perikanan Skala Kecil (RAN PPSK). Program ini merupakan wujud komitmen nyata pemerintah untuk memperkuat kesejahteraan dan keberlanjutan nelayan kecil di Indonesia.
“Perikanan skala kecil adalah penyanggah kesejahteraan pesisir dan ketahanan pangan,” kata Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan, Hendra Yusran Siry, dalam peluncuran RAN PPSK di Jakarta. Rabu, 5 November 2025.
Hendra Yusran Siry menjelaskan bahwa dokumen strategis ini menegaskan arah kebijakan nasional yang selaras dengan panduan FAO dan UU Nomor 7 Tahun 2016, dengan fokus utama perlindungan serta pemberdayaan nelayan kecil.
"Guna mendukung ketahanan pangan dan keberlanjutan sumber daya ikan di Indonesia," sambung Hendra Yusran Siry, seperti dilansir dari antaranews.com.
Dokumen RAN PPSK diharapkan menjadi pedoman operasional untuk memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan di pusat dan daerah. Hendra Yusran Siry menegaskan bahwa RAN PPSK harus menjadi alat kerja lintas unit dan bukan sekadar dokumen, sejalan dengan visi Ekonomi Biru Indonesia 2045.
Peluncuran ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis, antara lain dengan WWF Indonesia untuk pengelolaan perikanan berkelanjutan, BPJS Ketenagakerjaan untuk menyediakan jaminan sosial bagi nelayan, dan Starling Resources untuk pengelolaan perikanan rajungan.
KKP menegaskan bahwa RAN PPSK memadukan tiga pilar utama, yaitu pendekatan ekosistem perikanan, kerja layak, serta perlindungan sosial dan keselamatan kerja. Keberhasilan program ini akan diukur dari peningkatan pendapatan nelayan, mutu hasil tangkapan, dan keberlanjutan ekosistem laut Indonesia.