Pasca Ledakan, Siswa SMAN 72 Jalani PJJ dengan Materi Berbasis Pemulihan Trauma!
- antaranews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Pasca insiden ledakan pada Jumat, 7 November 2025 lalu, para siswa SMAN 72 Jakarta di Kelapa Gading, Jakarta Utara, mulai mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada hari Senin, 10 November 2025. Materi PJJ kali ini difokuskan pada pemulihan trauma (trauma healing).
Salah satu orang tua siswa, Djumiaty Hatong, mengatakan telah mendampingi sang anak (siswa kelas XI) mengikuti pertemuan daring. Pertemuan tersebut membahas materi tentang pemulihan dan persiapan mental peserta didik sebelum kembali bersekolah.
"Tadi, saya juga mengikuti upacara Hari Pahlawan secara online juga," kata Djumiaty di Jakarta. Senin, 10 November 2025.
Djumiaty menceritakan sang anak mengalami trauma berat karena berada di dekat lokasi ledakan, tepatnya baru selesai mengikuti acara keputrian di sebelah masjid. Akibat kejadian itu, sang anak mengalami gangguan pendengaran dan masih sering teringat teman-teman yang terluka.
"Setiap malam anak saya masih suka menangis mengingat kejadian itu, ingat teman-temannya yang terluka," kata Djumiaty, seperti dilansir dari antaranews.com.
Kondisi berbeda dialami siswa lain. Ugi Abdurahman (55), orang tua siswa lainnya, mengatakan sang anak belum dapat mengikuti PJJ karena masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Islam Jakarta (RSIJ) Cempaka Putih setelah harus menjalani operasi.
Sementara itu, Suku Dinas PPAPP Jakarta Utara telah menyediakan layanan dukungan psikis gratis di lingkungan sekolah. Kepala Sudin PPAPP, Ferlina Kirtiasih, mengatakan armada mobil Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) disiagakan untuk murid, guru, keluarga, dan warga sekitar yang membutuhkan konseling. Layanan ini direncanakan akan terus berlangsung hingga 14 November mendatang.