Penyandang Disabilitas di Jember Kini Punya Pusat Kewirausahaan Inklusif, Dorong Kemandirian dan Akses Ekonomi
- Bambang Sugiarto/VIVA Banyuwangi
Jember, VIVA Banyuwangi –Harapan baru bagi penyandang disabilitas di Jember kini terwujud dengan berdirinya Disabilities Entrepreneur Center, pusat kewirausahaan inklusif pertama yang berbasis kampus di Jawa Timur. Pusat ini dirancang untuk membekali penyandang disabilitas dengan keterampilan dan fasilitas usaha agar dapat mandiri secara ekonomi.
Program tersebut lahir dari kolaborasi Universitas PGRI Argopuro (UNIPAR) Jember dengan BRI Peduli, yang menyalurkan bantuan peralatan usaha lengkap senilai ratusan juta rupiah.
Sebanyak 74 unit peralatan usaha modern disediakan untuk menunjang lima bidang utama: percetakan digital, jasa (elektronik, kecantikan, pijat), makanan dan minuman, mebel dan pertukangan, serta jahit dan bordir. Fasilitas ini akan digunakan untuk pelatihan, produksi, dan pengembangan usaha peserta.
Pusat kewirausahaan inklusif tersebut akan melibatkan lebih dari 320 peserta, terdiri atas 290 mahasiswa disabilitas UNIPAR dan 30 penyandang disabilitas dari masyarakat umum. Melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, para peserta diharapkan mampu menghasilkan produk bernilai jual tinggi dan meningkatkan omzet usaha hingga 400% di tahun pertama operasional.
Wakil Rektor Bidang Keuangan UNIPAR, Dr. David K. Susilo, S.E., M.M., menyampaikan bahwa inisiatif ini menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan untuk menciptakan akses yang setara bagi semua kalangan.
“Bantuan ini bukan sekadar fasilitas, tetapi investasi masa depan. Kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa disabilitas adalah aset berharga yang mampu mandiri dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Asrorul Mais, S.T., S.Pd., M.Pd., Pembina Pusat Studi dan Layanan Disabilitas UNIPAR sekaligus penyandang disabilitas. Menurutnya, pusat kewirausahaan ini menjadi ruang baru untuk menunjukkan kemampuan dan kreativitas difabel.
“Ini bukan tentang belas kasihan, tapi tentang kesempatan yang setara. Dengan dukungan ini, kami siap membuktikan bahwa disabilitas bukan batasan untuk berdaya,” tegas Asrorul.
Disabilities Entrepreneur Center akan beroperasi di dua lokasi kampus UNIPAR, yakni di Jl. Jawa dan Jl. Kaliurang, Jember, lengkap dengan peralatan modern seperti mesin bordir komputer, printer digital, oven besar, dan alat pertukangan. Selain fasilitas, UNIPAR juga menyiapkan pendampingan kewirausahaan melalui program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta bekerja sama dengan dinas terkait dan pelaku usaha lokal untuk memperluas jaringan pasar.
Langkah ini menjadi tonggak penting bagi kemandirian penyandang disabilitas di Jember bukan hanya membuka peluang usaha, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri dan kesetaraan di dunia kerja.