Apresiasi Komitmen FIFA, Erick Thohir Soroti Masalah Rasisme dan Perundungan di Sepak Bola Nasional!
- antaranews.com
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas komitmen kuat FIFA Players’ Voice Panel (PVP) dalam memerangi rasisme di dunia sepak bola. Kehadiran FIFA PVP dinilai sebagai tonggak penting untuk menjadikan sepak bola sebagai ruang yang inklusif dan adil.
“Pertemuan FIFA PVP di Rabat diharapkan semakin menguatkan pesan anti-rasisme kepada masyarakat dunia. Sepak bola adalah olahraga global dengan jangkauan luas yang dapat menyatukan banyak bangsa, termasuk Indonesia,” ujar Erick Thohir di Jakarta. Rabu, 12 November 2025.
Erick Thohir, yang juga menjabat Menpora, tidak hanya memandang isu ini di level global, tetapi juga menjadikannya sebagai cermin untuk situasi di dalam negeri. Erick Thohir menyoroti bahwa Indonesia sendiri masih menghadapi banyak masalah terkait perundungan dan ungkapan rasis di media sosial maupun dunia olahraga, yang harus menjadi peringatan serius agar tidak mencoreng nama baik bangsa.
“Fenomena ini harus menjadi pelajaran bersama. Jangan sampai tindakan tidak etis di dunia maya maupun di lapangan justru mencoreng wajah sepak bola kita dan berujung pada sanksi atau denda dari FIFA,” jelas Erick Thohir, seperti dilansir dari antaranews.com.
FIFA PVP, yang beranggotakan 16 mantan pesepak bola dunia termasuk Mikael Silvestre, menggelar pertemuan perdana di Rabat, Maroko, pada Senin, 10 November 2025. Panel ini merupakan bagian dari program "Global Stand Against Racism" yang mewajibkan seluruh 211 anggota FIFA, termasuk Indonesia, mengambil langkah nyata memberantas rasisme.
PSSI sendiri berkomitmen untuk terus memperkuat edukasi dan kampanye anti-rasisme serta anti-perundungan melalui berbagai program, mulai dari kompetisi hingga media sosial, demi mencerminkan semangat keberagaman Indonesia.