Kian Jadi Perhatian, Wamenlu Sebut Banyak Negara Apresiasi Program MBG Indonesia
- www.antaranews.com
Depok, VIVA Banyuwangi – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) RI Arrmanatha Nasir menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini semakin mendapat banyak perhatian dan juga apresiasi luas dari banyak negara di dunia.
Hal tersebut disampaikan Arrmanatha Nasir usai membuka Kongres Indonesianis Sedunia ke-7 di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Depok, Jawa Barat.
Wamenlu juga menyatakan jika saat bertemu berbagai mitra dari banyak negara selama ini, program MBG selalu menjadi topik bahasan utama.
“Yang menjadi bahasan utama adalah MBG, bagaimana mereka mengagumi kebijakan MBG di sini yang bertujuan tak hanya memberi kesempatan makan untuk anak-anak di sekolah tapi juga meningkatkan perekonomian di pedesaan,” kata Wakil Menteri Luar Negeri, Arrmanatha Nasir di Depok, Jawa Barat.
Menurutnya, program MBG tidak hanya menarik perhatian negara-negara berkembang, tetapi juga menjadi sorotan positif bagi mitra dari negara maju lainnya seperti Norwegia dan juga termasuk beberapa negara di Amerika Latin.
Wamenlu Arrmanatha menjelaskan bahwa program MBG memiliki nilai strategis karena tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga memperkuat rantai ekonomi rakyat, terutama di sektor pertanian dan peternakan pedesaan.
Menurut Arramanatha nasir, banyak negara yang melihat bagaimana kebijakan ini bisa menyeimbangkan antara aspek sosial dan ekonomi negara dan masyarakat.
Wamenlu menambahkan, meningkatnya perhatian dunia terhadap kebijakan atau program MBG juga tidak lepas dari peran para Indonesianis. Para Indonesianis merupakan akademisi dan pemerhati Indonesia dari berbagai negara yang aktif menyebarkan informasi positif tentang Indonesia ke dunia internasional.
Dengan adanya jasa para Indonesianis inilah akhirnya para mitra dari banyak negara tentu semakin memahami kebijakan-kebijakan Indonesia, termasuk program MBG yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Tentu ada kontribusi dari pada Indonesianis ini karena mereka tentunya menyampaikan berbagai bentuk kebijakan Indonesia kepada dunia,” ujar Wamenlu Arramanatha, sebagaimana dilansir dari antaranews.com.
Menurut Wamenlu, diplomasi publik Indonesia tidak bisa hanya bergantung pada perwakilan diplomatik seperti kedutaan besar atau konsulat. Peran para Indonesianis sangat penting dalam memperluas pemahaman global terhadap dinamika dan kebijakan Indonesia.