Keterbatasan Anggaran, Persipro Probolinggo 1954 Dipastikan Absen di Liga 4 Tahun 2025

Eko Purwanto
Sumber :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA BanyuwangiPersipro Probolinggo 1954 dipastikan tidak dapat mengikuti kompetisi Liga 4 tahun 2025 dikarenakan keterbatasan anggaran. Hal ini dipastikan langsung oleh Ketua Askot PSSI Probolinggo pada hari Jumat, 14 November 2025.

img_title Belajar dari Pengalaman Covid-19, Wakil Ketua Komisi X Tak Setuju Sekolah Kembali Daring Demi Efisiensi

Menurut ketua Askot, efisiensi anggaran berdampak pada alokasi dana untuk sepak bola menjadi kurang dari Rp 300 juta. Jumlah tersebut tidak mencukupi kebutuhan Persipro untuk mengikuti kompetisi Liga 4, yang sepenuhnya masih bergantung pada dana hibah APBD.

“Ya mohon doanya agar tahun depan bisa mengikuti kompetisi,” ujar Ketua Askot PSSI Probolinggo, Eko Purwanto pada Banyuwangi.viva.co.id.

img_title Menkeu Purbaya: Ada Ruang Efisiensi Anggaran MBG dari Pagu Rp335 Triliun

Eko menjelaskan bahwa kondisi finansial menjadi factor utama absennya Persipro tahun ini. Kesiapan pemain juga belum optimal karena tidak dapat melakukan kegiatan yang semestinya dilakukan Ketika anggaran tersedia.

“Pemainnya belum ada kesiapan. Apabila anggarannya ada, tentu ada rangkaian tahapan untuk mempersiapkan pemain, akan tetapi tahun ini tidaka ada dana sama sekali,” lanjutnya.

img_title Konser di Stadion Bayuangga Picu Protes Suporter, Dispopar Janji Jaga Lapangan dan Gelar Forum Komunikasi

Upaya mencari sponsor juga telah dilakukan. Ketua Askot mencontohkan, saat pelaksanaan U-17 beberapa waktu lalu, sempat tidak memiliki anggaran. Namun, akhirnya bisa mengikuti kompetisi berkat adanya dukungan sponsor dari Malang. Sedangkan untuk keikutsertaan di Liga 4 tahun ini, belum ditemukan sponsor.

Kondisi tersebut membuat Persipro tidak punya pilihan selain menunda partisipasinya di Liga 4 untuk tahun 2025. Askot PSSI Probolinggo berharap adanya perhatian dan dukungan dari berbagai pihak agara dapat tampil pada musim berikutnya.