Wamenaker Apresiasi Industri Karet Jambi Serap 100% Pekerja Lokal!

Industri karet Jambi serap seluruh tenaga kerja dari warga lokal
Sumber :
  • https://www.kemnaker.go.id/news/detail/wamenaker-puji-industri-karet-di-jambi-serap-100-persen-pekerja-lokal-1

Jambi, VIVA Banyuwangi –Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Afriansyah Noor, meninjau PT Hok Tong Jambi, perusahaan pengolahan bahan baku karet menjadi crumb rubber yang berlokasi di Jalan Raden Patah, Sijenjang, Jambi Timur. Rabu, 12 November 2025.

img_title Soroti Minimnya Hilirisasi, Menperin Akui Industri Karet dan Alat Angkut Butuh Kebijakan Khusus!

Kunjungan dilakukan untuk melihat langsung proses produksi sekaligus kondisi hubungan industrial di perusahaan seluas 1,4 hektare tersebut.

Didampingi Manajer Pabrik, Hermawan Budiman, Afriansyah meninjau ruang produksi, laboratorium, hingga gudang barang jadi.

img_title Menaker Yassierli Ajak Serikat Buruh Naik Kelas, Garap 3 PR Besar Demi Indonesia Emas!

Usai berkeliling, Afriansyah menyampaikan apresiasinya terhadap harmonisasi hubungan antara manajemen dan serikat pekerja, termasuk komitmen perusahaan dalam menerapkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Perusahaan ini mampu meraih penghargaan predikat zero accident selama empat tahun berturut-turut,” ujar Afriansyah.

img_title Menu MBG Dengan Tamagoyaki Jepang Ala Chef Devina Sehat dan Enak

Wamenaker juga menjelaskan bahwa keberadaan industri pengolahan karet memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat Jambi. Seluruh tenaga kerja perusahaan berasal dari masyarakat lokal.

“Terdapat 100 pekerja dari Provinsi Jambi, dan 47 persennya merupakan warga Kecamatan Jambi Timur. Artinya perusahaan benar-benar memberdayakan masyarakat sekitar,” kata Wamenaker, Afriansyah Noor.

Wamenaker berharap PT Hok Tong terus memperluas usaha, baik di Provinsi Jambi maupun wilayah lain di Sumatera.

Kemnaker, berkomitmen untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha demi menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang semakin inklusif.

“Saya berharap perusahaan semakin meningkatkan prinsip K3 agar dapat berekspansi dan merekrut lebih banyak pekerja lokal,” tegas Afriansyah Noor.

Afriansyah menambahkan, sinergi antara perusahaan, pekerja, dan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kemnaker penting untuk meningkatkan produktivitas perusahaan sekaligus kompetensi pekerja.

“Saat ini jumlah karyawan kami 180 orang, semuanya pekerja lokal,” tandas Hermawan, seperti yang dilansir pada laman Kemnaker RI.

Sementara itu, Hermawan Budiman menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Wamenaker. Hermawan juga menegaskan bahwa perusahaan yang berdiri sejak 1937 tersebut tidak mempekerjakan tenaga kerja asing maupun pekerja di bawah umur.