Jurnalis VIVA News Diintimidasi saat Dokumentasi Penumpukan Sedimen DI Bajulmati

Sedimen sungai DI Bajulmati ditaruh di warung kopi
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Sedimen hasil pengerukan daerah irigasi (DI) Bajulmati yang dilakukan secara manual ditumpuk di bahu jalan serta di pinggiran sungai. Sedimen tersebut berupa campuran tanah, sampah plastik serta beberapa pecahan kaca. 

img_title Banyuwangi Ekspor 270 Ton Sarden Senilai Rp10 Miliar ke Berbagai Negara

Inilah kondisi bahu jalan di depan Pasar Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sabtu, 15 November 2025. 

Perbedaan bahu jalan dengan aspal jalan raya semakin menipis bahkan dibeberapa tempat sudah terlihat rata setelah bahu jalan ditumpuk dengan sedimen hasil pengerukan DI Bajulmati. 

img_title Rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Dimulai 17 Juli, Angkat Heroisme Perang Bayu

Jika dilihat sekilas, kondisi tersebut membuat pengendara yang berada di bahu jalan lebih mudah untuk naik ke aspal jalan raya yang biasanya lebih tinggi dari bahu jalan. 

“Itu urukan dari sedimen sungai di belakang. Sama pekerjanya dibuang disini, katanya agar tanahnya lebih rata dengan aspal,” ujar seorang pedagang pasar Desa Bajulmati, Bambang. 

img_title Pusat Penetasan Telur Penyu di Banyuwangi, Satu-satunya di Indonesia dengan Kapasitas 20 Ribu Butir

Namun jika diperhatikan secara seksama, tanah urukan yang berasal dari sedimen tersebut cukup membahayakan karena banyak pecahan kaca serta benda tajam lainnya. 

“Yang namanya dari dasar sungai, apa saja bisa ada di sini (sedimen). Sampah sudah pasti, lihat saja ini juga ada pecah kacang. Ini berbahaya bagi pejalan kaki,” tutur warga lain, Manto. 

Tumpukan sedimen juga berada di tepi sungai DI Bajulmati yang mempersempit akses jalan warga di pinggiran sungai. 

Malahan ada juga sedimen hasil pengerukan secara manual tersebut ditumpuk di sebuah warung kopi yang berada di tepi sungai. 

“Sedimennya juga ada yang ditaruh di warung kopi sebelah timur sungai. Saya tidak tahu pasti alasan kenapa sedimen tersebut ditaruh di sana,” kata warga lain, Hadi. 

Temuan ini sempat didokumentasinya VIVA News namun dihalang-halangi seorang warga yang diduga merupakan merupakan pemilik warung kopi tersebut dengan melakukan upaya intimidasi. 

“Kenapa foto-foto warung saya?. Saya tidak suka dan tidak saya izinkan untuk dilakukan foto-foto,” sergah seorang warga, S alias M pada VIVA News. 

Intimidasi yang dilakukan S alias M memunculkan indikasi ada sesuatu yang sengaja di sembunyikan.

Halaman Selanjutnya
img_title