Kata-Kata Kekecewaan Bojan Hodak Usai Persib Bandung Keok dari Lion City Sailors
- www.tvonenews.com
Singapura, VIVA Banyuwangi –Persib Bandung belum bisa memastikan tiket ke babak 16 besar AFC Champions League Two 2025/2026 setelah takluk 2-3 dari Lion City Sailors.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Bishan, Singapura, Rabu 26 November 2025, Maung Bandung sebenarnya hanya membutuhkan satu poin untuk melaju, namun kesempatan itu terlewat begitu saja.
Dua gol Persib dicetak oleh Frans Putros dan Andrew Jung. Sayangnya, gawang Teja Paku Alam justru kebobolan tiga kali lewat aksi Lennart Thy, Shawal Anuar, dan Anderson Lopes.
Kekalahan tersebut membuat organisasi permainan di lini belakang mendapat sorotan tajam dari pelatih Bojan Hodak.
“Jika bisa mencetak dua gol dalam laga tandang dan mengalami kekalahan, maka harus dipertanyakan pada diri sendiri bagaimana cara tim bertahan,” terang Bojan dalam jumpa pers di Stadion Bishan. Dilansir dari tvonenews.com.
Bojan mengaku sudah mengantisipasi pola serangan Sailors yang mengandalkan umpan-umpan panjang ke area belakang pertahanan Persib. Namun, Patricio Matricardi dan rekan-rekannya gagal merespons dengan baik sehingga tekanan lawan berkali-kali membahayakan.
“Kami sudah bicara sejak sebelum pertandingan bahwa mereka akan memainkan umpan panjang dan kami memang terlalu naik dalam pertahanan hari ini. Jadi ini masalah terbesar di dalam tim pada laga ini,” tutur Bojan.
Dari sisi ofensif, Persib sejatinya mampu mencetak dua gol dan menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Namun, Bojan tetap tidak puas, karena menurutnya ada beberapa kesempatan yang seharusnya dapat dikonversi menjadi gol tambahan.
“Secara penyerangan, selain mencetak dua gol, kami mempunyai beberapa peluang dan seharusnya ada gol lainnya. Tetapi cara kami melakukan finishing tidak maksimal,” keluh Bojan.
Pelatih asal Kroasia itu juga menyinggung kontribusi para pemain pengganti yang dinilainya tidak mampu memberikan dampak berarti saat situasi krusial.
“Saya tak senang dengan pemain yang masuk (sebagai pengganti) dan beberapa dari mereka harus bertanya pada diri sendiri apakah sudah menunjukkan performa terbaik atau tidak,” pungkas Bojan Hodak.