Curah Hujan Ekstrem Lumpuhkan Akses Padang - Pasaman Barat dan Bukittinggi
- https://www.antaranews.com
Lubuk Basung, VIVA Banyuwangi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan ruas jalan nasional yang menghubungkan Kota Padang dan Pasaman Barat terendam banjir setinggi 30 - 70 sentimeter. Kondisi tersebut membuat arus lalu lintas terputus sejak Kamis, 27 November 2025.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono mengatakan banjir terjadi di kawasan Muaro Kandang, Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan.
“Kendaraan tidak dapat melintas karena air cukup tinggi menggenangi badan jalan setelah hujan deras mengguyur wilayah itu sejak Rabu malam hingga Kamis pagi,” ujar Rahmat di Lubuk Basung. Kamis, 27 November 2025.
Selain jalan nasional, jalur provinsi yang menghubungkan Lubuk Basung dan Bukittinggi juga terputus total akibat tanah longsor di wilayah Muko - Muko dan Alai, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya. Di Sungai Rangeh, Nagari Bayur, jalur yang sama kembali terendam banjir hingga 50 sentimeter.
“Jalan menuju Lubuk Basung ke Bukittinggi tidak bisa dilalui karena banyak titik longsor dan banjir. Satu-satunya jalur yang masih aman adalah rute Lubuk Basung menuju Padang,” tambah Rahmat, sebagaimana dikutip dari laman antaranews.com.
Rahmat menambahkan, jalur provinsi Palembayan - Bukittinggi juga terdampak banjir dan tidak dapat dilalui kendaraan. Sementara itu, akses Padang - Bukittinggi terputus di Malalak akibat banjir dan longsor.
Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi sejak 22–27 November 2025 memicu bencana banjir bandang, banjir, longsor, pohon tumbang, hingga angin puting beliung di Agam. Setidaknya 13 dari 16 kecamatan terdampak kejadian tersebut.
Hingga kini sekitar 135 kepala keluarga (KK) mengungsi setelah banjir bandang melanda Malalak Timur, Kecamatan Malalak, pada Rabu sore. Peristiwa itu juga merusak puluhan rumah dan menyebabkan dua warga hilang terseret arus.