250 Rumah Rusak Parah Akibat Banjir Bandang di Nagan Raya, 2500 Warga Mengungsi

Akibat Banjir Bandang, 250 Rumah Rusak di Nagan Raya Aceh
Sumber :
  • www.anataranews.com

Nagan Raya, VIVA Banyuwangi – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, memastikan sedikitnya ada 250 unit rumah warga rusak parah dan hancur akibat terjangan banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada Kamis, 26 November 2025. Bencana yang terjadi di kawasan dataran tinggi itu juga memaksa sekitar 2.500 warga mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

img_title Kemendikdasmen Siapkan TKA Susulan untuk Siswa Terdampak Bencana, Sakit hingga Gangguan Teknis

Bupati Nagan Raya, Teuku Raja Keumangan, mengatakan bahwa banjir bandang kali ini menimbulkan kerusakan besar pada permukiman maupun fasilitas publik.

“Kerusakan akibat banjir bandang di dataran tinggi Nagan Raya sangat parah, banyak masyarakat kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam ini,” kata Bupati Nagan Raya, Aceh Teuku Raja Keumangan di Nagan Raya. Sabtu, 29 November 2025.

img_title Jawaban Angkuh Donald Trump Saat Ditanya Jika Dirinya Mati Kena Serangan Iran

Menurut Bupati, ratusan rumah warga di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang mengalami kerusakan berat. Kondisi tersebut membuat ribuan warga terpaksa mengungsi ke dataran tinggi demi keselamatan.

Selain kehilangan hunian, masyarakat juga mengalami trauma karena banjir bandang menyapu habis fasilitas publik yang selama ini mereka gunakan, termasuk hunian yang merka tempati selama ini.

img_title Kiprah Ali Khamenei, Sempat Nyaris Terbunuh hingga 36 Tahun Jadi Pengawal Revolusi Iran

Sebagai langkah awal penanganan, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya melalui BPBD telah mendirikan tenda pengungsian dan membuka dapur umum bagi warga terdampak.

Pemasangan tenda dilakukan untuk menampung masyarakat yang kini kehilangan tempat tinggal secara permanen serta membutuhkan tempat berlindung sementara.

Tak hanya permukiman, menurut Teuku Raja Keumangan, banjir bandang juga merusak sejumlah fasilitas publik, antara lain dua unit sekolah, satu masjid, pos polisi dan pos TNI, rumah dinas camat, dan pusat pemerintahan kecamatan.

Selain itu, akses transportasi pun terganggu setelah jembatan penghubung Nagan Raya–Aceh Tengah putus, membuat wilayah tersebut pun sempat terisolasi.

Pemerintah daerah masih melakukan pendataan lanjutan terkait kerusakan dan memastikan apakah terdapat korban jiwa atau warga yang hilang.

“Saat ini pemerintah daerah masih terus berupaya melakukan pendataan terhadap kerusakan yang dialami masyarakat akibat banjir bandang, sekaligus memastikan ada tidaknya warga yang menjadi korban atau hilang akibat bencana alam ini,” jelas Bupati Teuku Raja Keumangan, sebagaimana dilansir dari antaranews.com.