Marak Kasus Bullying, Siswa di Jember Ramai-ramai Ikuti Latihan Karate Tradisional

Siswa berlatih karate antisipasi bulying di sekolah
Sumber :
  • Bambang Sugiarto/VIVA Banyuwangi

Jember, VIVA Banyuwangi –Kasus perundungan (bullying) yang marak terjadi di lingkungan sekolah mendorong banyak siswa di Kabupaten Jember untuk mengikuti latihan bela diri, khususnya karate tradisional. Fenomena ini terlihat dalam kegiatan yang digelar Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Jember di sebuah gedung di Jalan Sriwijaya, Jember, yang dipadati puluhan peserta dari berbagai usia—mulai anak usia dini, remaja, hingga dewasa.

Para peserta mengaku mengikuti karate tradisional sebagai bentuk pertahanan diri jika sewaktu-waktu menjadi korban bullying, baik dari teman sekolah maupun orang lain. Dalam latihan tersebut, mereka diajarkan berbagai jurus dari tingkat dasar hingga tingkat lanjutan.

Bilqis, salah satu anggota FKTI usia dini, mengaku senang bisa mengikuti latihan karate tradisional.
"Saya ikut supaya bisa bela diri," ujarnya.

Hal serupa diungkapkan Rehana, peserta lainnya. Ia merasa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk membekali diri dengan ilmu bela diri.
"Senang ikut FKTI, supaya ada ilmu untuk pertahanan diri," tuturnya.

Usman, salah satu wali murid, menjelaskan bahwa keikutsertaan anaknya dalam karate bukan hanya untuk mengantisipasi tindakan bullying, tetapi juga sebagai olahraga prestasi.
"Saya ikutkan anak agar punya pertahanan diri kalau dibully teman-temannya. Selain itu karate ini juga sering dilombakan," katanya.

Ketua Korca FKTI Jember, Gangsar Widodo, membenarkan bahwa meningkatnya kasus bullying membuat jumlah peserta latihan bertambah signifikan. Saat ini, setidaknya ada sekitar 60 siswa dan siswi yang aktif mengikuti kegiatan tersebut.
"Karena maraknya bullying, makin banyak yang ikut karate. Ini bentuk pertahanan diri bagi mereka," jelasnya.

Kegiatan bela diri ini diharapkan dapat membangun keberanian, disiplin, serta rasa percaya diri para siswa agar lebih siap menghadapi berbagai situasi, termasuk ancaman bullying di lingkungan sekolah.

img_title Hilirisasi Jagung Diperkuat, Pemkab Jember Gandeng UKRI dan Kementerian