Anak dan Ibu Berkolaborasi di Suroyo Fashion Trends 2025, Dorong Karakter dan Ekonomi Kreatif Kota Probolinggo
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Car Free Day (CFD) di Jalan Suroyo, Kota Probolinggo pada hari Minggu, 14 Desember 2025 pagi, diwarnai oleh ajang Suroyo Fashion: Trends on the Streets 2025.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Adhie Models Management ini menghadirkan beragam penampilan, mulai dari peragaan busana, tarian, hingga nyanyian. Selain itu, kegiatan ini juga menampilkan peragaan busana kolaborasi antara ibu dan anak.
Ketua TP PKK Kota Probolinggo, menilai kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi karakter bagi anak sejak usia dini, sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat.
Menjadi contoh bagaimana ruang publik dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan diri anak, memperkuat peran ibu, dan mendorong tumbuhnya industri kreatif.
Penampilan biola dan menyanyi di Suroyo Fashion
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
“Kota Probolinggo membutuhkan peningkatan pergerakan ekonomi masyarakat. Salah satu caranya adalah dengan menggerakkan event-event kreatif seperti ini. Di sini kita merangsang inovasi, memotivasi komunitas, dan menciptakan komunikasi di komunitas Masyarakat,” ujar Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Evariani Aminuddin.
Menurut Evariani, keterlibatan ibu dalam mendampingi anak selama proses latihan hingga tampil di atas panggung mencerminkan pola pengasuhan positif.
Anak tidak hanya belajar berjalan di catwalk, tetapi juga membangun mental, karakter, dan keberanian menghadapi dunia luar.
“Ini bukan sekadar modelling. Anak-anak belajar percaya diri, disiplin, santun, dan berani mengekspresikan diri. Pendampingan orang tua, khususnya ibu, sangat penting agar anak tumbuh terarah, baik di dunia seni, pendidikan, maupun kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.
Dalam ajang tersebut, para ibu terlibat langsung dalam menjahit busana sesuai tema yang ditentukan, sehingga tercipta kolaborasi erat antara dunia anak dan peran ibu.
“Ini kolaborasi yang sangat baik. Anak mulai mencintai bidangnya, orang tua mendukung penuh. Ketika sudah tumbuh rasa cinta, potensi itu tidak bisa dipaksa, tapi akan berkembang secara alami,” tambah Evariani.
Sementara itu, pemilik Adhie Models Management, menyampaikan bahwa event ini menjadi wadah pembinaan bakat modelling sejak usia dini.
Peserta yang terlibat berasal dari rentang usia 4 hingga 25 tahun dan merupakan binaan sekolah manajemen Adhie Models.
Acara Suroyo Fashion ditutup dengan manari bersama
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
“Fokus kami memang modelling, tapi juga memuliki tujuan pembentukan karakter. Anak-anak kami latih seminggu sekali, mulai dari catwalk, pose, sehingga mereka tinggal kembangkan saja. Tantangan terbesarnya Adalah melatih anak-anak yang memerlukan sabar dan konsisten,” ujar pemilik Adhie Models Management, Adhie Saputra.