Pelanggan Wifi Rumahan Desa Bajulmati Jadi Sapi Perahan, Tagihan Rutin Gangguan Lelet

Kabel wifi rumahan dipasang pada tiang LPJ milik PLN
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Diduga kurang memberikan pelayanan yang baik saat terjadi gangguan, seorang pelanggan wifi rumahan protes keras pada petugas penagihan. Protes tersebut dilakukan karena pihak pengelola wifi rumahan hanya perduli saat melakukan penagihan namun acuh tak acuh saat terjadi kerusakan. 

img_title Perluas Akses Pendidikan, Banyuwangi Buka Beasiswa B-Pro Tahun Akademik 2026/2027

Adalah Rofik, seorang pelanggan wifi rumahan yang mengalami pengalaman kurang menyenangkan dari pengelola. 

Warga Dusun Karanganyar, Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur tersebut tidak mendapatkan pelayanan yang baik. 

img_title Bupati Ipuk Minta Seluruh ASN Banyuwangi Proaktif Respons Keluhan Warga

Tokoh pemuda tersebut tidak bisa menikmati layanan wifi sebagaimana biasanya karena ada gangguan hingga hampir 2 pekan. 

“Wifi saya sempat gangguan, kalau tidak salah lebih dari 2 pekan. Saya laporan sudah tapi tidak kunjung diperbaiki,” ujar pelanggan wifi rumahan, Rofik. 

img_title Gerakan Stop Putus Sekolah, Bupati Ipuk Beri Tugas Khusus 42 Kepsek SMP

Kekesalan Rofik cukup beralasan karena adanya keterlambatan dalam penanganan gangguan yang dialami pelanggan. 

“Kan ini namanya tidak benar. Saat melakukan tagihan saja selalu tepat waktu tapi kalau ada ganguan seperti ini, leletnya minta ampun,” tutur Rofik pada VIVA News. 

Setiap bulannya, warga Dusun Karanganyar ini selalu membayar langganan wifi sebesar Rp 150.000 rupiah dan selalu ditagih diawal bulan. 

“Kita memang butuh wifi murah tapi jangan mentang-mentang butuh lalu pengelola wifi jadi seenaknya pada pelanggan. Kita juga bayar rutin setiap bulan kok,” kata Rofik saat ditemui di sebuah warung kopi di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Desa Bajulmati, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi. 

Keberadaan wifi rumahan di kalangan masyarakat memang tak ubahnya buah simalakama, dibutuhkan karena murah namun dipenuhi segudang permasalahan. 

Permasalahan yang paling mudah terlihat adalah penempatan kabel wifi rumahan tersebut pada tiang-tiang milik PLN serta Telkom. 

Pemasangan kabel yang seenaknya menjadikan kabel tampak semrawut diatara kabel bertegangan tinggi milik PLN. 

Jika ketiban sial, kabel tersebut akan saling bersentuhan dan menimbulkan konsleting listrik terutama saat musim penghujan. 

Saat hal tersebut benar terjadi, dapat dipastikan masyarakat yang akan terkena dampak akibat hubungan arus pendek arus Listrik pada peralatah rumah tangga serta alat elektronik milik masyarakat luas.