Skandal Kandang Ayam Desa Bimorejo Senilai 44 Juta Rupiah, Proyek Pemdes atau Keteledoran Bumdes?
- Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Pasca ambruknya kandang ayam dalam program ketahanan pangan Desa Bimorejo, satu persatu fakta mulai terungkap terkait penyebab pasti dari robohnya kandang ayam senilai 44 juta tersebut saat cuaca sedang cerah.
Sepekan telah berlalu pasca robohnya kandang ayam di Desa Bimorejo, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur hingga kini kandang belum kembali berdiri.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari Kepala Desa Bimorejo Maksum, penyebab kandang ayam tersebut roboh karena dilakukan perbaikan oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) yang asal-asalan.
“Jadi gripil (kayu penahan) itu dicopot tanpa diberikan kekuatan tambahan pada bangunan. Itu salahnya dari (pekerja) Bumdes,” ujar Kepala Desa Bimorejo, Maksum.
Pencopotan penahan bangunan tersebut seharusnya tidak dilakukan karena bisa mengurangi kekuatan penahan bangunan pada bagian bawah.
“Setelah gripil dicopot oleh (pekerja) Bumdes hanya diikat dengan tali tambang ke kayu di sebelahnya. Jelas tidak kuatlah. Makanya akhirnya roboh karena beban bangunan diatasnya berat,” tutur Kades Maksum pada VIVA News.
Pemerintah Desa (Pemdes) Bimorejo menuding peristiwa robohnya kandang ayam tersebut merupakan kesalahan Bumdes karena melakukan perbaikan bangunan secara asal-asalan.
Dalam kesempatan terpisah, Ketua Bumdes Bimorejo Zainullah menceritakan secara detail terkait kronologis robohnya kandang ayam tersebut.
“Kandang ayam itu dibangun oleh Pemdes Bimorejo bukan oleh kami Bumdes. Saat diserahkan pada kami, ternyata bentuk kandang tersebut miring,” kata Ketua Bumdes Bimorejo, Zainullah.
Mengetahui kondisi kandang tersebut miring, Bumdes Bimorejo berinisiatif untuk melakukan perbaikan agar tidak berbahaya kedepannya.
“Setelah diserahkan pada Bumdes oleh Pemdes Bimorejo, kami langsung lakukan perbaikan karena kondisinya berbahaya. Kualitas bangunan kandang ayamnya kurang bagus,” jelas Zainullah pada VIVA News.
Saat dilakukan perbaikan oleh pekerja dari Bumdes Bimorejo tiba-tiba kandang senilai 44 juta rupiah tersebut roboh dan rata dengan tanah.
“Benar kan roboh, untung saja robohnya sekarang. Kalau robohnya saat sudah terisi ayam, apakah tidak akan terjadi kerugian yang lebih besar,” tandas Ketua Bumdes Bimorejo ini.
Hasil pembangunan kandang ayam yang dilakukan Pemdes Bimorejo yang diserahkan pada Bumdes Bimorejo dalam kondisi miring dianggap akan menimbulkan kerugian yang lebih besar jika tidak segera dilakukan perbaikan.