Kompensasi Jauh dari Layak & Merugikan, Pemilik Molen Proyek KDMP Bajulmati Gigit Jari
- Venus Hadi/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Pasca terungkap ke publik terkait keterlambatan membayar sewa 4 molen, Mandor KDMP Bajulmati dan Alasrejo Ahmad Taufik bertemu dengan pemilik molen, Subairi. Dalam pertemuan tersebut, Ahmad Taufik memberikan kompensasi pad Subairi kendati jauh dari kata layak.
“Saya diberikan uang 1,8 juta oleh Pak Taufik. Katanya itu untuk 2 molen dengan masing-masing masa kerja 12 hari,” ujar pemilik molen, Subairi. Minggu, 28 Desember 2025.
Nominal Rp 1.800.000 dinilai tidak layak karena berdasarkan hitungan yang seharusnya nominalnya lebih dari itu.
Berdasarkan kesepakatan awal, harga sewa 1 molen per hari Rp 75.000 tanpa ada kesepakatan sistem kerja borongan.
Menurut pengakuan Subairi, molen tersebut telah diambil dari rumahnya untuk kepentingan pelaksanaan proyek pembangunan KDMP Bajulmati dan Alasrejo lebih dari 30 hari.
Bukan hanya satu, sedikitnya 4 molen milik Subairi telah ambil bagian dalam pembangunan proyek KDMP Bajulmati dan Alasrejo.
“Uang pembayaran yang diberikan Pak Taufik hanya untuk 2 molen dan itu pun hanya dihitung 12 hari kerja. Iya sudah tidak apa-apa dari pada tidak dapat uang sama sekali,” tutur Busairi pada VIVA News.
Sedangkan untuk pembayaran 2 molen lainnya belum dihitung dan akan dilakukakan pada pembayaran yang berikutnya.
“Saya tidak tahu, apakah molen saya hanya bekerja selama 12 hari atau tidak. Tapi yang saya tahu, kesepakatan sewanya adalah harian dan bukan hanya saat dipakai bekerja saja,” kata Busairi dengan pasrah.
Pembayaran dengan nominal Rp 1.800.000 ribu juga dianggap sangat merugikan pihak pemilik molen karena dianggap tidak manusiawi.
“Bayaran 1,8 juta untuk sebulan. Untuk service mesin molennya 1 juta, berarti saya hanya dapat 800 ribu saja untuk sebulan. Bagaimana kami sekeluarga bisa hidup?,” keluh Busairi.
Dalam kesempatan yang berbeda, VIVA News berusaha melakukan konfirmasi pada Mandor KDMP Bajulmati Ahmad Taufik namun belum membuahkan hasil.
Konfirmasi melalui sambungan chat whatsapp juga tidak berhasil dan hingga berita ini ditulis masih menunjukkan centang satu kendati nomer tersebut memang milik Ahmad Taufik.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) Banyuwangi 0825, Letkol (Arm) Tryadi Indrawijaya menegaskan pada seluruh mandor agar bisa menjalankan kewajibannya dengan baik.