Heboh Isu KKN di Desa Bengkak, ini Fakta yang Ditemukan
- Istimewa
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Penempatan kerabat atau handai taulan dalam sebuah kerjasama, tidak ada aturan yang pasti yang melarangnya. Namun hukum etika sangat erat kaitannya jika beberapa bidang usaha tersebut diisi oleh orang terdekat kita.
Seperti yang terjadi dalam struktur organisasi Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Bengkak, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Ketua Bumdes Bengkak, Dwi Dian Sukma ternyata merupakan suami dari bendahara Desa Bengkak, Rosfita Romadhani.
Bukan hanya itu, bendahara Bumdes Bengkak adalah Apriliyani Firdausiah yang tidak lain merupakan kerabat dari Sekertaris Desa (Sekdes) Bengkak, Triyono.
“Secara aturan hukum memang tidak ada yang dilanggar. Namun pelanggaran etika serta norma jelas terlihat secara kasat mata,” ujar Ketua BPD Bengkak, Budiyono.
Kondisi semakin pelik saat Ketua Bumdes Bengkak, menitipan penggemukan sapi pada Wakto alias Hariyanto yang merupakan kerabat dekatnya sendiri.
“Jika hal tersebut dibiarkan, akan terjadi konflik kepentingan antara satu dengan yang lain. Jika hal tersebut positif maka akan sangat menguntungkan namun akan menjadi bluder jika itu hasilnya negatif,” tutur Budiyono pada VIVA News.
Pernyataan Ketua BPD Bengkak ternyata terbukti saat VIVA News berusaha melakukan konfirmasi pada Bendahara Desa Bengkak, Rosfita Romadhani namun justru memberikan jawaban yang cukup ketus.
“Anda siapa? Jika bukan dari staf Pemda (Banyuwangi) saya tidak akan menjawabnya,” kata Bendahara Desa Bengkak, Rosfita Romadhani.
Sebelumnya, Rosfita Romadhani dipanggil ke ruangan Plt Kepala Desa Bengkak, Suryanto guna memberikan penjelasan pada Jurnalis terkait pengelolaan dana Bumdes.
“Saya tidak tahu. Saya akan panggilkan Bendahara agar bisa menjelaskan semua terkait keuangan Pemdes ke Bumdes,” jelas Plt Kepala Desa Bengkak, Suryanto.
Sementara itu, Ketua Bumdes Bengkak Dwi Dian Sukma mengaku hubungan kerabat dengan Bendahara Desa Bengkak.
“Benar, memang istri saya,” jawab Ketua Bumdes Bengkak. Dwi Dian Sukma saat ditemui VIVA News di kandang sapi.
Penunjukan pengurus yang masih kerabat tersebut menjadi perhatian dari sebagain besar masyarakat Desa Bengkak.
“Jika demikian, apakah salah jika kami menuding bahwa itu semua sarat dengan unsur KKN? Semuanya sudah jelas di depan mata,” kecam warga Desa Bengkak, Mashadi.