Tingkatkan Literasi Digital, 134 Guru di Kecamatan Giri Ikuti AI Goes To School Mafindo

134 Guru di Kecamatan Giri Ikuti AI Goes To School MAFINDO
Sumber :
  • Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Sebanyak 134 guru yang tergabung dalam Guru PKG Korwilkersatdik Kecamatan Giri mengikuti pelatihan "AI Goes To School" yang diselenggarakan oleh Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) wilayah Banyuwangi. 

img_title Serahkan Kajian Akademik ke Ketua DPRD Banyuwangi, GMNI Banyuwangi Dorong Legislasi yang Transparan dan Partisipatif

Kegiatan ini dilaksanakan di SDN Penataban pada Selasa, 6 Januari 2026.

Pelatihan ini bertujuan untuk mempercepat adaptasi teknologi digital di lingkungan pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan Kecerdasan Artifisial (KA/AI).

img_title 2.729 Warga Kota Probolinggo Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu dari Pemkot

Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional MAFINDO untuk mendampingi 10.000 guru di 40 kota dengan dukungan strategis dari Google.org, AVPN, dan Asian Development Bank (ADB).

Ketua KKKS (Kumpulan Kepala Sekolah) Kecamatan Giri, Ibu Sri Isniawati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguasaan AI bukan lagi sekadar pilihan, melainkan pelengkap kompetensi yang krusial di era saat ini.

img_title Dipilih Kemenko Pangan, Banyuwangi Jadi Percontohan Sistem Pemantauan Beras Nasional

“Kami berharap kegiatan ini menjadi tambahan wawasan ilmu dan pelengkap kompetensi guru, khususnya untuk diterapkan di dalam kelas maupun pengelolaan sekolah. Dengan pendampingan dari rekan-rekan Mafindo, semoga proses belajar ini memberikan kelancaran bagi seluruh peserta," ujar Sri Isniawati.

Senada dengan hal tersebut, Korwilker Satdik Kecamatan Giri, Ahmad Jaelani, memberikan apresiasi atas kehadiran program ini di wilayahnya.

Ia menekankan agar para guru memanfaatkan kesempatan ini untuk menyerap ilmu sebanyak-banyaknya.

"Jangan sampai kegiatan ini tidak bisa diserap. Ini adalah momentum bagi rekan-rekan untuk belajar IT sedikit demi sedikit. Kami atas nama pengawas dan korwil berterima kasih kepada Mafindo. Harapannya, literasi digital ini mampu meningkatkan kompetensi pengajaran kita secara keseluruhan," tutur Ahmad Jaelani.

Melalui pendekatan kurikulum yang komprehensif, para peserta tidak hanya diperkenalkan pada teori dasar Kecerdasan Artifisial, melainkan juga dibimbing dalam praktik langsung yang relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.

Fokus utama pelatihan dimulai dengan pendalaman etika pemanfaatan KA guna memastikan teknologi digunakan secara bertanggung jawab di lingkungan sekolah.

​Selanjutnya, para guru dibekali keterampilan manajemen prompt atau teknik memberikan instruksi yang efektif agar hasil dari sistem AI lebih akurat dan bermanfaat.

Pelatihan ini juga menyentuh aspek inovasi dalam ruang kelas, di mana KA dimanfaatkan untuk menciptakan materi pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.

Halaman Selanjutnya
img_title