63 Guru Ikuti Implementasi Program AI Ready ASEAN Mafindo di SMPN 1 Blimbingsari
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi – Sebanyak 63 guru perwakilan se-Kecamatan Blimbingsari, Kabupaten Banyuwangi, mengikuti kegiatan Pelatihan AI Ready ASEAN Mafindo yang diselenggarakan di SMP Negeri 1 Blimbingsari, pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan kompetensi guru dalam memahami serta memanfaatkan kecerdasan artifisial (AI) di lingkungan pendidikan.
Pelatihan ini merupakan bagian dari program AI Ready ASEAN, hasil kemitraan antara ASEAN Foundation dan Google.org, yang dilaksanakan di sepuluh negara ASEAN.
Di Indonesia, program ini diimplementasikan melalui kerja sama dengan sejumlah Learning Implementation Partner (LIP), salah satunya Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).
Kegiatan berlangsung secara interaktif dan edukatif, diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh trainer Mafindo, sesi diskusi, games, ice breaking, serta pembagian doorprize.
Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan memberikan respons positif terhadap materi yang disampaikan.
Kepala SMP Negeri 1 Blimbingsari, Heru Santoso, menyampaikan harapannya agar ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diteruskan kepada guru-guru lainnya.
Kepala Sekolah Heru Santoso dan Korwil Mafindo, Ahmad Firdan
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
“Ilmu ini perlu digetok-tularkan. Jika hanya digunakan sendiri, maka tidak akan memberikan manfaat yang luas. Saya berharap melalui kegiatan ini, para guru dapat memperoleh ilmu yang bermanfaat dari Mafindo dan menularkannya kepada rekan-rekan di sekolah masing-masing,” ujarnya.
Salah satu peserta pelatihan, Dwi Setyo Utomo, guru dari SMP Negeri 1 Blimbingsari, menilai kegiatan ini sangat membantu dalam menunjang tugas guru.
Dwi Setyo Utomo, Guru SMP Negeri 1 Blimbingsari
- Dovalent Vandeva Derico/ VIVA Banyuwangi
“Kegiatannya sangat positif, menginspirasi dan memicu guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan kecepatan teknologi sebagai tools dalam membantu proses administrasi, serta membuat lingkungan belajar lebih interaktif dan seru,” tutur Tyo.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru semakin siap menghadapi tantangan dunia pendidikan di era digital serta mampu memanfaatkan teknologi AI secara etis, aman, dan bertanggung jawab dalam proses pembelajaran.