Peringatan Isra Mi'raj di Banyuwangi Hadirkan Biduan Seksi, Netizen: Satu Kampung Nggak Mikir?

Peringatn Isra Mi'raj di Banyuwangi yang mengundang kontroversi
Sumber :
  • IG: @pesonabwi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Sebuah video kontroversi beredar di jagat maya terkait hadirnya biduan dalam rangka peringatan Isro’ Mi’raj di Kabupaten Banyuwangi. Peredaran video tersebut mematik reaksi warganet yang menuding aksi tersebut tidak pantas dilakukan dalam sebuah acara perayaan keagamaan. Panitia pun memberikan penjelasan serta klarifikasi. 

img_title Bupati Ipuk Minta Seluruh ASN Banyuwangi Proaktif Respons Keluhan Warga

Dalam video yang diunggah akun Instagram @pesonabwi tersebut nampak seorang biduan dengan busana seksi menari dan bergoyang diatas panggung. 

Sekilas tidak ada yang aneh dalam sebuah hiburan music menghadirkan biduan dengan pakaian seksi bergoyang sambil bernyanyi. 

img_title Gerakan Stop Putus Sekolah, Bupati Ipuk Beri Tugas Khusus 42 Kepsek SMP

Namun jika ditelisik lebih dalam, sebuah tulisan ukuran besar jelas terlihat dibelakang panggung dianggap sesuatu yang tidak elok. 

Sebuah hiburan musik dengan biduan berpakaian seksi diselenggarakan bersama dengan kegiatan peringatan keagamaan Isro’ Mi’raj. 

img_title The Great War of Blambangan, Ketika Sejarah Berdarah Banyuwangi Menjelma Seni Kelas Dunia

Perayaan yang dilakukan di Dusun Bangorejo, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini kemudian mematik reaksi warganet. 

“Kok bisa sih, apa yang dipikirkan panitia,” tulis akun IG @ambarwatisari_19 

“Satu kampung gak mikir?,” koment akun IG @buburgeprekkkkkk 

“Guwendeng,” kecam akun IG @nahrulfirdaus 

Setelah diunggah lebih dari 14 jam, ribuan komen sudah membanjir posting di akun IG @pesonabwi share dan like juga disematkan warganet. 

Pasca menimbulkan kontroversi, Ketua Panitia Penyelenggara kegiatan, Muhammad Hardianto akan bicara melalui akun sosmed. 

Ketua Panitia, menjelaskan kronologis peristiwa serta memita maaf pada seluruh warganet jika kegiatan tersebut telah menimbulkan kontroversi. 

“Akan tetapi elekton tersebut dilaksanakan setelah kegiatan pengajian selesai dan seluruh undangan serta kyai sudah tidak ada di tempat dan murni digunakan untuk menghibur panitia yang sedang bersih-bersih setelah melaksanakan kegiatan,” ucap Ketua panitia Muhammad Hardianto dalam video klarifikasi. 

Hingga saat ini, video tersebut terus disebar oleh warganet yang membuat kontroversi semakin meluas di jagat maya