Peringatan Isra Mi'raj di Banyuwangi Hadirkan Biduan Seksi, Netizen: Satu Kampung Nggak Mikir?
- IG: @pesonabwi
Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Sebuah video kontroversi beredar di jagat maya terkait hadirnya biduan dalam rangka peringatan Isro’ Mi’raj di Kabupaten Banyuwangi. Peredaran video tersebut mematik reaksi warganet yang menuding aksi tersebut tidak pantas dilakukan dalam sebuah acara perayaan keagamaan. Panitia pun memberikan penjelasan serta klarifikasi.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @pesonabwi tersebut nampak seorang biduan dengan busana seksi menari dan bergoyang diatas panggung.
Sekilas tidak ada yang aneh dalam sebuah hiburan music menghadirkan biduan dengan pakaian seksi bergoyang sambil bernyanyi.
Namun jika ditelisik lebih dalam, sebuah tulisan ukuran besar jelas terlihat dibelakang panggung dianggap sesuatu yang tidak elok.
Sebuah hiburan musik dengan biduan berpakaian seksi diselenggarakan bersama dengan kegiatan peringatan keagamaan Isro’ Mi’raj.
Perayaan yang dilakukan di Dusun Bangorejo, Desa Parangharjo, Kecamatan Songgo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur ini kemudian mematik reaksi warganet.
“Kok bisa sih, apa yang dipikirkan panitia,” tulis akun IG @ambarwatisari_19
“Satu kampung gak mikir?,” koment akun IG @buburgeprekkkkkk
“Guwendeng,” kecam akun IG @nahrulfirdaus
Setelah diunggah lebih dari 14 jam, ribuan komen sudah membanjir posting di akun IG @pesonabwi share dan like juga disematkan warganet.
Pasca menimbulkan kontroversi, Ketua Panitia Penyelenggara kegiatan, Muhammad Hardianto akan bicara melalui akun sosmed.
Ketua Panitia, menjelaskan kronologis peristiwa serta memita maaf pada seluruh warganet jika kegiatan tersebut telah menimbulkan kontroversi.
“Akan tetapi elekton tersebut dilaksanakan setelah kegiatan pengajian selesai dan seluruh undangan serta kyai sudah tidak ada di tempat dan murni digunakan untuk menghibur panitia yang sedang bersih-bersih setelah melaksanakan kegiatan,” ucap Ketua panitia Muhammad Hardianto dalam video klarifikasi.
Hingga saat ini, video tersebut terus disebar oleh warganet yang membuat kontroversi semakin meluas di jagat maya