Ambruk sebelum direvitalisasi, Siswa SD Belajar di Ruang alternatif

Atap bangunan SD yang ambruk
Sumber :
  • Dokumentasi BPBD Kab. Probolinggo/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Hujan yang melanda Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo mengakibatkan atap Gedung kelas SDN Sumberkare 1 ambrol sebelum sempat direvitalisai. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah menyiapkan ruang alternatif agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung.

img_title 35 KK di Gading Kulon Terdampak Pipa PDAM Putus, BPBD Salurkan Air Bersih

Bangunan tersebut sebelumnya telah mengalami pelapukan. Kondisi tersebut diperparah hujan berintensitas sedang, sehingga atap gedung akhirnya ambrol pada hari Kamis, 15 Januari 2026 sekira pukul 17.30 WIB. Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana BPDB Kabupaten Probolinggo segera menuju Lokasi untuk melakukan Tindakan awal.

“Kami memasang yellow line di Lokasi dan memberi bantuan terpal sebanyak dua lembar,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief pada hari Jumat, 16 Januari 2026.

img_title “Lebaran Bukan Beli Baju, Tapi Sepatu Boots”, Warga Leces Bertahan di Tengah Banjir

Akibat kejadian tersebut, atap bangunan ambuk dan berdampak pada dua ruang kelas di sebelah kanan dan kirinya, sehingga tiga ruang kelas tidak dapat digunakan. Pihak sekolah pun memanfaatkan ruang kepala sekolah, ruang perpustakaan, serta sebagian ruang kelas 5 sebagai ruangan alternatif kegiatan belajar mengajar.

img_title Pencarian Arsya Resmi Dihentikan, Pemantauan Tetap Dilakukan

Penampakan atap bangunan yang ambruk dari dalam ruangan

Photo :
  • Dokumentasi BPBD Kab. Probolinggo/ VIVA Banyuwangi

“Sebenarnya kami telah mengusulkan program perbaikan sekolah melalui program revitalisasi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Mudah-mudahan bisa terealisasi tahun 2026 dalam waktu dekat,” jelas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Probolinggo, Hary Tjahjono.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengecekan ke Lokasi langsung untuk mengetahui tindak lanjut yang dibutuhkan.

“Jika penyebabnya beban atap, maka konstruksi dan fondasi akan diperkuat. Sedangkan bila dipicu pergerakan tanah, struktur akan dibenahi, menggunakan atap ringan, serta disertai perbaikan sistem pengairan di sekitar Lokasi,” tutup Kadis DPKPP, Agus Budianto.