Perempat Final Bersatu Cup di RTH Maron, 2 Pemain SSB Mandiri Pasuruan Pukul 1 Pemain PSPE

Kericuhan di tenda panitia Bersatu Cup RTH Maron
Sumber :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

Banyuwangi, VIVA Banyuwangi –Tournament sepak bola bertajuk Bersatu Cup yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Maron Genteng diwarnai kericuhan. 2 orang pemain dari tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Mandiri Pasuruan melakukan pemukulan pada pemain tim PSPE pada babak perempat final. 

img_title Rangkaian Banyuwangi Ethno Carnival 2026 Dimulai 17 Juli, Angkat Heroisme Perang Bayu

Sejumlah pendukung dan official dari tim PSPE ini melakukan protes keras pada panitia di tenda informasi. Minggu, 1 Februari 2026. 

Mereka kecewa dengan keputusan wasit yang memimpin pertandingan babak perempat final antara tim SSB Mandiri Pasuruan dengan tim PSPE. 

img_title Pusat Penetasan Telur Penyu di Banyuwangi, Satu-satunya di Indonesia dengan Kapasitas 20 Ribu Butir

Keputusan wasit dinilai sangat merugikan tim PSPE hingga memicu terjadinya kericuhan pada pertandingan babak perempat final Bersatu Cup yang digelar di RTH Maron, Kecamatan Genteng, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. 

“Pemain kami yang dipukul lha kok malah pemain kami yang terkena sanksi kartu. Ini kan lucu keputusan tersebut,” ujar official PSPE, Farid.

img_title Perluas Akses Pendidikan, Banyuwangi Buka Beasiswa B-Pro Tahun Akademik 2026/2027

Wasit diamankan di tenda panitia

Photo :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

bukan hanya sekali, pemukulan dilakukan hingga 2 kali oleh pemain dari tim SSB Mandiri Pasuruan pada seorang pemain tim PSPE. 

“Pertama dipukul dari depan oleh pemain Pasuruan kemudian pukulan kedua berasal dari kiper tim Pasuruan yang ikut berlari ke lokasi dan memukul bagian belakang pemain kami,” tutur farid pada VIVA News. 

Akibat hal tersebut, sejumlah official serta pendukung tim PSPE melakukan protes keras pada wasit yang berlindung di tenda panitia. 

“Ini keputusan wasit yang bikin ricuh. Sudah tahu kalau pemain kami dipukul oleh mereka (SSB Mandiri Pasuruan) tapi malah diabaikan. Kejadian terlalu mencolok mata bagi kami,” kata Farid usai melakukan protes di tenda panitia. 

Sepak bola Bersatu Cup RTH Maron Genteng

Photo :
  • Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi

Dalam kesempatan yang sama, sejumlah orang yang mengenakan jersey bertulisan Bersatu Cup berusaha menenangkan massa. 

“Tolong selain official silakan meninggalkan tenda. Official silakan mengajukan protes keberatannya pada kami,” jelas seorang pria dengan jersey bertuliskan Bersatu Cup. 

Tournament Bersatu Cup ini berlangsung selama 2 hari untuk usia 10 dan 12 tahun mulai hari Sabtu, 31 Januari 2026 hingga 1 Februari 2026.