Pembangunan KDMP Sumberejo Picu Keresahan, Bakal Gusur 2 Warung & 1 Rumah
- Anton Heri Laksana/ VIVA Banyuwangi
Situbondo, VIVA Banyuwangi –Belum juga dijalankan, rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sumberejo sudah memunculkan keluhan. Hal tersebut dipicu terkait adanya rencana penggusuran 3 unit bangunan permanen yang berada di sekitar lokasi KDMP.
Dua unit warung makan yang berada di jalur pantura Jawa Bali ini sudah mulai menghentikan usahanya sejak beberapa hari terakhir. Senin, 2 Februari 2026.
Pemilik warung Misnadin dan Marini kini sedang dilanda keresahan akibat rencana Pembangunan KDMP Sumberejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
Para pemilik usaha warung makan telah mendapatkan sosialisasi untuk segera melakukan pembongkaran bangunan warung tersebut.
“Betul akan dilakukan pembongkaran terkait dengan rencana Pembangunan KDMP Sumberejo yang akan dimulai bulan ini (Februari),” ujar Kepala Desa Sumberejo, Dwi Aris Suryono.
Pembongkaran terhadap kedua warung tersebut karena lokasinya berada tepat di akses utama rencana pembangunan KDMP Sumberejo.
“Lokasi pembangunan KDMP di tanah milik desa yang tepat di belakang 2 unit warung yang berada di tepi jalan. Jadi kalau tidak dibongkar, akan menutupi KDMP itu sendiri,” tutur Kades Sumberejo di ruang kerjanya.
Bukan hanya 2 unit warung, 1 unit rumah tinggal milik Lucky Trianto juga akan menjadi korban penggusuran dalam pembangunan KDMP Sumberejo.
“Satu unit rumah tempat tinggal juga akan kami bongkar. Lokasinya kami anggap bisa menghalangi pandangan KDMP jika dilihat dari jalan raya,” kata Dwi Aris Suryono pada VIVA News.
Keputusan menggusur bangunan tempat tinggal yang lokasinya berjarak cukup jauh dari KDMP Sumberejo menimbulkan tanda tanya besar penghuni rumah.
“Saya juga bingung, kenapa rumah saja juga menjadi korban dalam pembangunan KDMP padahal tidak berada tepat di depan KDMP,” keluh Lucky Trianto di rumahnya.
Dalam kesempatan terpisah, Komandan Rayon Militer (Danrami) Banyuputih Kapten Inf Basuki Rahmad belum berhasil dikonfirmasi VIVA News.
“Bapak sedang istirahat. Ini sudah saya hubungi namun belum mendatkan respon,” jelas seorang anggota TNI di Koramil Banyuputih pada VIVA News.
Sosialisasi terkait penggusuran 2 unit warung dan 1 unit rumah tinggal sudah dilakukan pada tanggal 23 Januari 2026.