Pencarian Balita Hanyut di Sungai Polai Dilanjutkan, Basarnas Banyuwangi Dikerahkan
- Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Upaya pencarian terhadap Arsya, balita berusia dua tahun yang diduga hanyut di sungai Dusun Polai, Desa Semendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, kembali dilanjutkan pada hari Rabu, 4 Februari 2026. Pada operasi lanjutan ini, tim gabungan mendatangkan personel Basarnas Banyuwangi untuk memperkuat pencarian.
Komandan Tim Operasi Desa Semendi mengatakan pencarian hari kedua difokuskan pada penyisiran aliran Sungai Bayeman hingga ke muara dengan jarak sekitar empat kilometer.
“Untuk pola pencarian, kami menurunkan dua unit alat utama. Jika perahu karet tidak bisa digunakan karena kondisi sungai dangkal, metode yang dilakukan adalah track line Sungai Bayeman atau susur sungai dengan menggunakan rantai manusia,” ujar Komandan Tim Operasi Desa Semendi, Andi Irawan.
Andi menjelaskan, tim pencarian dibagi menjadi tiga kelompok. Tim pertama menyisir dari lokasi kejadian perkara (LKP) hingga Jembatan Bayeman sekaligus menempatkan titik cek poin di jembatan tersebut. Sementara tim lainnya melakukan penyisiran dari muara Sungai Bayeman menuju ke arah hulu.
Menurut Andi, kondisi air sungai sempat mengalami pasang sekira pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, sehingga penggunaan perahu karet belum memungkinkan.
“Tadi air pasang, alut tidak bisa digunakan karena sungai dangkal. Idealnya pencarian dihentikan sekitar pukul 16.30 WIB dan dilakukan evaluasi pada pukul 17.00 WIB. Jika korban belum ditemukan, pencarian akan dilanjutkan kembali keesokan harinya,” jelasnya.
Hingga Rabu sore, tim gabungan masih terus melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai dengan harapan upaya pencarian yang dilakukan secara maksimal dapat segera membuahkan hasil dan korban segera ditemukan.