Belum Ditemukan, Pencarian Arsya Diperluas ke Laut pada Hari Keempat
- Dok. Basarnas Banyuwangi/ VIVA Banyuwangi
Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Memasuki hari keempat, upaya pencarian terhadap Arsya, balita berusia dua tahun yang diduga hanyut di Sungai Bayeman, Desa Semendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan kemudian melakukan evaluasi dan memperluas area pencarian hingga ke wilayah laut pada hari Jumat, 6 Februari 2026.
Langkah perluasan ini dilakukan setelah penyisiran di sepanjang aliran sungai dan muara belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Tim menilai kemungkinan korban terbawa arus hingga keluar muara, sehingga pencarian di laut menjadi bagian dari strategi operasi hari keempat.
“Tim dibagi menjadi dua. Tim pertama melakukan penyisiran di laut menggunakan LCR dengan jangkauan sekitar 4 mil laut, menggunakan metode parallel search pattern,” ujar Komandan Tim dari Basarnas Banyuwangi, Andi Irawan.
Andi menambahkan, tim lainnya menyisir muara sungai dan aliran Sungai Semendi dengan metode rafting dan susur sungai.
Operasi pencarian hari keempat melibatkan berbagai unsur, mulai dari Tim Rescue Kantor SAR Banyuwangi, BPBD Kabupaten Probolinggo, TNI-Polri, Dinas Perhubungan, hingga sejumlah organisasi relawan dan masyarakat setempat. Sejumlah peralatan pendukung seperti perahu dan ambulans disiagakan untuk mendukung kelancaran operasi.
Meski hasil pencarian masih nihil, tim SAR gabungan menyatakan operasi akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, keselamatan personel, serta perkembangan situasi di lapangan.
“Pencarian masih akan dilanjutkan besok, sambil dilakukan evaluasi untuk menentukan apakah operasi diteruskan atau tidak,” tutup Andi