Pencarian Arsya Resmi Dihentikan, Pemantauan Tetap Dilakukan

Pihak tim SAR menyampaikan hasil operasi ke rumah duka
Sumber :
  • Dok. Basarnas Banyueangi/ VIVA Bayuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Upaya pencarian Arsya, balita berusia 2 tahun asal Dusun Polai, Desa Sumendi, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo yang diduga hanyui di Sungai, resmi dihentikan di hari kelima pencarian , pada hari Sabtu 7 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil setelah seluruh rangkaian operasi dilakukan secara maksimal namun juga tak kunjung membuahkan hasil.

img_title “Lebaran Bukan Beli Baju, Tapi Sepatu Boots”, Warga Leces Bertahan di Tengah Banjir

Komandan Tim Operasi dari Basarnas Banyuwangi menjelaskan bahwa selama lima hari pencarian, tim gabungan SAR telah menyisir Sungai hingga area laut dengan metode yang sesuai standar operasi pencarian.

“Operasi pencarian Arsya pada hari kelima hasilnya masih nihil. Setelah melalui evaluasi bersama, operasi SAR disepakati untuk dihentikan dan dilanjutkan dengan pemantauan,” ujar Komandan Tim Operasi dari Basarnas Banyuwangi, Andi Irawan.

img_title Belum Ditemukan, Pencarian Arsya Diperluas ke Laut pada Hari Keempat

Meskipun operasi pencarian resmi dihentikan, Andi menegaskan bahwa pemantauan akan tetap dilakukan. Aparat setempat bersama BPBD Kabupaten Probolinggo akan memastikan apabila muncul informasi baru maupun tanda-tanda penemuan korban.

Pencarian hari kelima Arsya

Photo :
  • Dok. Basarnas Banyuwangi/ VIVA Banyuwangi

img_title Pencarian Arsya Hari Ketiga Masih Nihil, Tim Gabungan Fokus Urai Barongan di Sungai

“Untuk pemantauan, kami menunggu informasi perkembangan di lapangan. Jika ada tanda-tanda penemuan, maka akan segera ditindaklanjuti oleh aparat setempat melalui BPBD,” lanjutnya.

Selain itu, tim juga telah menyampaikan pemberitahuan kepada para nelayan yang beraktivitas di sekitar Pantai Baha dan wilayah muara sungai agar segera melapor jika menemukan hal mencurigakan yang berkaitan dengan korban.

Pada hari terakhir pencarian, radius dan konsep operasi masih sama seperti hari sebelumnya, yakni penyisiran di laut menggunakan Landing Craft Rubber (LCR) serta pemantauan di muara sungai.

Sebagai bentuk empati, Komandan Tim bersama Kepala Pelaksana BPBD dan Camat setempat juga mendatangi rumah duka untuk menyampaikan langsung kepada keluarga korban terkait hasil dan upaya pencarian yang telah dilakukan selama lima hari.

“Kami sudah berkunjung ke rumah duka untuk menjelaskan seluruh upaya pencarian yang telah dilakukan. Kami berharap keluarga diberi ketabahan,” tutupnya