Ada Beras dan Minyak Goreng, Pemerintah Bagikan Bantuan Pangan Rp11,92 Triliun Jelang Ramadan
- https://www.pexels.com/photo/close-up-photo-of-rice-grains-on-measuring-wooden-scoop-13362298/
Jakarta, VIVA Banyuwangi –Bantuan pangan senilai Rp11,92 triliun akan disalurkan pemerintah menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Bantuan yang disalurkan tersebut nantinya berupa beras hingga minyak goreng.
Bantuan pangan senilai triliunan rupiah tersebut akan disalurkan ke masyarakat untuk mendukung kebutuhan masyarakat jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 10 Februari 2026, menyampaikan bahwa bantuan akan mulai disalurkan di bulan Februari 2026.
“Estimasi kebutuhan anggaran sebesar Rp11,92 triliun dan ini akan mulai disalurkan di bulan Ramadan atau Februari nanti,” kata Airlangga, seperti dilansir dari Antara News, Rabu, 11 Februari 2026.
Nantinya, bantuan pangan yang disalurkan berupa 10 kilogram beras dan dua liter minyak goreng selama dua bulan.
Stimulus tersebut ditargetkan dapat menjangkau 35,04 juta keluarga penerima manfaat (KPM). KPM yang dimaksud termasuk dalam kelompok desil 1 hingga desil 4 atau kelompok berpendapatan rendah hingga menengah bawah.
Airlangga mengatakan pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi tersebut untuk memperluas daya beli masyarakat sekaligus memperkuat sisi permintaan (demand side).
“Pemerintah daerah maupun kementerian/Lembaga yang terkait diharapkan juga bisa mendukung kelancaran logistik untuk penyaluran bantuan pangan,” ujar Airlangga.
Bukan hanya bantuan pangan, pemerintah juga menyiapkan kebijakan insentif ekonomi berupa diskon tarif transportasi pada periode libur Hari Besar Nasional (HBN) Idulfitri 2026. Kebijakan insentif ekonomi ini disiapkan dengan nilai anggaran mencapai Rp911,16 miliar, yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun non-APBN.
Untuk moda kereta api, pemerintah memberikan diskon tarif senilai 30 persen dari harga tiket yang disediakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI. Diskon tersebut berlaku untuk perjalanan periode 14 sampai 29 Maret 2026, dengan target 1,2 juta penumpang.
Lalu untuk moda transportasi Angkatan laut, diskon diberikan sebesar 30 persen dari tarif dasar tiket oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni, yang berlaku untuk periode 11 Maret hingga 5 April dengan target 445 ribu penumpang.
Sementara itu, untuk tiket angkutan penyeberangan oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), diskon tarif berlaku sebesar 100 persen untuk komponen jasa kepelabuhanan.