Selama Ramadan, Israel Batasi Akses Umat Islam ke Masjid Al-Aqsa
- https://www.pexels.com/photo/an-aerial-photography-of-a-mosque-in-the-middle-of-concrete-houses-11696782/
Israel , VIVA Banyuwangi – Di tengah kekhawatiran atas pengetatan tindakan bagi warga Palestina , terutama di Tepi Barat, Israel berencana membatasi akses umat Islam ke Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadhan mendatang.
Mantan Mufti Besar Yerusalem sekaligus Ketua Dewan Islam Tertinggi Yerusalem, Sheikh Ekrima Sabri, menyatakan penyesalan atas rencana otoritas Istrael tersebut dalam wawancara dengan Anadolu.
“Kami menyayangkan langkah-langkah keras yang akan diberlakukan otoritas pendudukan terhadap umat Islam yang datang ke Masjid Al-Aqsa,” ujar Sabri seperti dilansir dari Anadolu pada Sabtu, 14 Februari 2026.
Ramadhan kali ini diperkirakan dimulai pada pertengahan pekan ini. Sabri mengatakan umat Islam biasanya menyambut Ramadhan dengan penuh optimisme, mengikuti tradisi Nabi Muhammad yang menyambut bulan suci di akhir bulan Syaban.
Namun menurutnya, situasi di Yerusalem menunjukkan arah yang berbeda.
Ia menyebut otoritas Israel telah melarang puluhan pemuda memasuki masjid kompleks. Otoritas tersebut juga mengumumkan tidak akan mengatur kewenangan Jemaah dari Tepi Barat yang diduduki selama Ramadhan.
"Ini berarti ibadah akan semakin ketat. Jumlah Jemaah di Al-Aqsa akan lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ini bertentangan dengan kebebasan beribadah dan mengganggu pelaksanaan ibadah puasa umat Islam," terangnya.
Umunnya, ratusan ribu warga Palestina dari Tepi Barat menuju Yerusalem Timur yang diduduki untuk menunaikan salat di Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan.
Namun sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, otoritas Israel memperketat otoritas di pos pemeriksaan militer, sehingga membatasi akses warga Tepi Barat ke Yerusalem.
Selama dua tahun terakhir, hanya sebagian kecil warga yang memperoleh izin dari militer Israel, yang menurut warga Palestina sulit diperoleh. Hingga saat ini, belum ada pengumumkan pengaturan khusus untuk Ramadhan tahun ini.
Dalam beberapa hari terakhir, otoritas Israel juga mengeluarkan perintah semnetara terhadap ratusan warga Palestina di Yerusalem Tmur, sebagian besar pemuda, yang melarang mereka memasuki Al-Aqsa selama Ramadhan. Beberapa larangan berlaku hingga enam bulan.
Langkah tersebut muncul di tengah kritik pejabat Palestina terhadap pemerintahan sayap kanan Israel yang dipimpin Perdana Menteri Benjamin Netanyahu , terkait dugaan perubahan terhadap ' status quo ' lama di situs tersebut.