Tiga Kelas SDN Pamatan II Roboh, Aula Disekat Jadi Kelas Alternatif

Kondisi atap bangunan kelas yang roboh
Sumber :
  • Faradila Setya Utami/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi – Tiga ruang kelas di SDN Pamatan II, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo, roboh pada hari Sabtu, 14 Februari 2026 akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat sore. Beruntung, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.00 WIB itu tidak menimbulkan korban jiwa karena tidak ada kegiatan belajar mengajar saat kejadian.

img_title AHY Tegur Keras Kepala Balai Ciliwung yang Melenggang Pergi Saat Diberi Pengarahan

Kepala SDN Pamatan II mengatakan peristiwa tersebut pertama kali diketahui penjaga sekolah dan warga sekitar. 

“Jam 1 malam yang tahu pertama penjaga dan warga. Hujan deras sejak sore sekitar jam 4 sampai padam jam 5. Untungnya waktu kejadian tidak ada kegiatan,” ujar Kepala SDN Pamatan II, Fatah Yasin.

img_title Siswa Harus Menyeberang Jalan Demi Makan Gratis, Pemkab Langsung Evaluasi

Meski tiga ruang kelas terdampak, kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berjalan. Pihak sekolah memindahkan sementara proses pembelajaran ke aula sekolah berukuran 7x8 meter yang disekat menjadi dua ruang.

“Kelas 1 ada 24 siswa, kelas 2 ada 18 siswa, dan kelas 3 ada 16 siswa. Aula kami bagi dua dengan sekat. Kelas 1 digabung dengan kelas 2, nanti kelas 3 dengan kelas 4,” jelas Fatah.

img_title Pohon Mangga Tumbang Timpa Jaringan, Listrik Tongas–Curahgrinting Padam

Kepala sekolah menambahkan bahwa bagian tembok bangunan tidak mengalami kerusakan, namun sejumlah fasilitas seperti bangku, meja, dan kipas angin dilaporkan rusak akibat kejadian tersebut. 

“Yang masih bisa dipakai akan kami gunakan setelah pembersihan. Rangkanya tidak kuat menahan beban genteng,” katanya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, meninjau langsung lokasi kejadian. Pihaknya memastikan penanganan dilakukan secara cepat karena kondisi tersebut dinilai mendesak.

“Di saat kita ada musibah, masih ada hikmah. Sekolah masih bisa menampung murid sehingga tidak sampai libur. Kita lakukan proses percepatan karena ini mendesak,” ujar Sekda Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto di lokasi.

Menurut Ugas, asesmen telah dilakukan dan proses administrasi pengajuan perbaikan tengah dipercepat. Sementara itu, untuk kelancaran KBM, pemindahan kelas menjadi solusi sementara hingga renovasi selesai.

Sementara itu, Pengawas proyek menjelaskan bahwa tahap awal perbaikan dimulai dengan penurunan seluruh genteng dan rangka atap yang rusak. 

“Hari ini kami turunkan genteng dulu. Semua diturunkan, termasuk plafon dan rangka, kemudian diganti baru. Dinding aman,” kata Pengawas Proyek, Subianto.

Halaman Selanjutnya
img_title