Dapur Penjual Bumbu di Mayangan Dilalap Api Saat Kompor Mati, Peralatan Masak Rusak

Petugas berupaya memadamkan api
Sumber :
  • Dok. Damkar Kota Probolinggo/ VIVA Banyuwangi

Probolinggo, VIVA Banyuwangi –Kebakaran terjadi di dapur rumah milik Asmaningsih, seorang penjual bumbu masakan, di Jalan Ikan Hiu Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, pada hari Rabu, 18 Februari 2026 malam. Peristiwa tersebut diduga dipicu dari kebocoran gas LPG, meski saat kejadian kompor dalam kondisi mati.

img_title Unik, Damkar Probolinggo Gunakan Alat Pompa untuk Buka Jok Sepeda Listrik

Berdasarkan laporan Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo, informasi kebakaran diterima pukul 20.35 WIB. Regu 4 langsung diberangkatkan satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 20.41 WIB dengan respon time sekitar enam menit.

Dua unit mobil pemadam, Fire Truck 04 dan Fire Truck 02, diterjunkan ke lokasi. Api berhasil dikendalikan sekira pukul 20.55 WIB dan penanganan dinyatakan kondusif pada 21.15 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sementara kerugian masih dalam proses perhitungan. Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan gerimis.

img_title Kebakaran Dapur Saat Produksi Onde-Onde, Gas Bocor Diduga Jadi Pemicu

menjelaskan, sumber api diduga berasal dari kebocoran gas LPG.

Satgas melakukan pengecekan di pasar tradisional

Photo :
  • Dok. Polres Probolinggo Kota/ VIVA Bayuwangi

img_title Peka Bahaya, Anggota Damkar Probolinggo Pergoki Warga Bakar Lahan yang Nyaris Merembet ke Rumah

“Yang jelas sumber apinya dari kebocoran gas LPG. Saat kejadian kompor sudah dalam kondisi mati. Di lokasi terdapat empat tabung LPG. Tidak ada ledakan, hanya semburan api akibat kebocoran gas tersebut,” jelas Humas Damkar Kota Probolinggo, Nanang Effendy saat dikonfirmasi pada 19 Februari 2026.

Asmaningsih, menjelaskan sebelum kejadian dirinya tengah membuat bumbu pesanan pelanggan. Asmaningsih mengganti tabung LPG yang habis dan sempat memastikan tidak ada bau gas maupun suara mendesis sebelum menyalakan kompor.

“Biasanya kalau ganti LPG saya cek dulu. Saya cium baunya, saya dengarkan apakah ada suara mendesis atau tidak. Setelah itu saya tutup bagian atasnya dengan handuk basah. Sempat saya nyalakan, lalu saya matikan lagi dan istirahat sebentar karena capek,” ujarnya.

Sekitar 15 meniy kemudian, Asmaningsih mendengar bunyi dari arah dapur. Saat dicek, api sudah membesar di bagian bawah kompor.

“Anak saya lihat posisi kompor itu mati. Saya tidak tahu pasti api berasal dari mana. Kami sempat mencoba memadamkan dengan keset dan handuk basah serta disemprot air, tapi api tetap tidak padam,” katanya.

Asmaningsih juga sempat mencoba melepas regulator tabung gas. Namun saat hendak dilepas, api justru menyambar hingga Ia terpaksa melompat menghindar.

Halaman Selanjutnya
img_title