Anggota Damkar Sindir Brimob Soal Fungsi Helm APD: Buat Melindungi, Bukan Membunuh
- https://www.instagram.com/p/DVCWe2jEztm/
Maluku, VIVA Banyuwangi – Kasus penganiayaan yang menyeret seorang oknum Brimob menuai beragam kecaman dari netizen di media sosial, tak terkecuali seorang anggota Pemadan Kebakaran (Damkar).
Melalui media sosialnya, anggota Damkar tersebut menyindir perbuatan oknum Brimob yang menganiaya siswa MTsN di Kota Tual, Maluku, sampai tewas. Dalam sebuah video yang diunggah di akun Instragramnya, anggota Damkar tersebut menyinggung perihal penggunaan helm APD yang tepat.
Sebagaimana diketahui, seorang siswa MTsN di Kota Tual, Maluku Bernama Arianto Tawakkal (14) meninggal dunia setelah dihantam helm taktikal oleh anggota Brimob, pada 19 Februari 2026 lalu.
Dilansir dari Viva.co.id, peristiwa ini tak pelak viral di media sosial sehingga menyedot perhatian masyarakat luas.
Melalui media sosial Instagram, seorang anggota Damkar turut menyentil kasus tersebut. Ia mengatakan bahwa fungsi helm untuk melindungi, bukan untuk menghilangkan nyawa warga sipil.
“Gua mau ngasih tahu lu, ini namanya helm, gunanya itu buat ngelindungi kepala, bukan buat ngancurin kepala warga,” ucap anggota Damkar, Khairul Umam melalui Instagram pribadinya @xkhairulumam.
“Katanya bulan puasa setan pada dipenjara. Kok masih ada,” sambungnya dengan nada getir.
Pada kolom komentar, tak sedikit warganet yang mengaitkan sindiran tersebut dengan kasus yang menewaskan Arianto Tawakkal olah Bripda MS yang bertugas di Kompi 1 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Maluku.
Sebelumnya diberitakan, peristiwa tewasnya Arianto dilaporkan terjadi usai waktu sahur di sekitar RSUD Maren, Kota Tual, pada Kamis, 19 Februari 2026.
Dugaan penganiayaan bermula ketika Arianto dan kakaknya melintas menggunakan sepeda motor. Arianto disebut dipukul di bagian kepala menggunakan helm hingga kehilangan kendali dan terjatuh dengan benturan keras.
Sejumlah saksi menyebut korban sempat mengalami pendarahan dari hidung dan mulut sebelum dilarikan ke RSUD Karel Sadsuitubun. Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada Jumat, 20 Februari 2026.
Sementara itu, kakak korban, Nasri Karim, mengalami patah tulang tangan kanan dan masih menjalani perawatan intensif. Ia membantah kabar yang menyebut dirinya dan sang adik terlibat balapan liar. Menurutnya, kejadian berlangsung tiba-tiba tanpa adanya peringatan sebelumnya.